Bupati Jember Gelar Program Bunga Desaku di SMPN 1 Kencong Disambut Antusias, Pesan Pendidikan & Pencegahan Stunting

JEMBER, memo-pagi.com — Suasana hangat dan penuh semangat terpancar di halaman SMPN 1 Kencong saat Bupati Jember, H. Muhammad Fawait, hadir dalam giat Bunga Desaku pada Sabtu (22/11/2025).

Sekolah yang dikenal sebagai Sekolah Adiwiyata dan Ramah Anak itu menyambut kedatangan bupati dengan antusias luar biasa dari ratusan siswa, dewan guru, kepala sekolah, serta lintas stakeholder dari berbagai OPD Jember.

Turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya PLT Kepala Dinas Kesehatan, Camat Kencong, Kepala Dinas Perpustakaan, Kapolsek, Danramil, Kepala UPT, DP3AKB, Dinas Kependudukan, Inspektur Pendidikan, Dinas Sosial, perwakilan Genre Jember, Kepala Desa, hingga unsur akademisi dari Politeknik Negeri Jember.

“Anak Desa Bisa Jadi Pemimpin”
Dalam sambutannya, Bupati Fawait memberikan motivasi mendalam kepada para siswa. Ia mengingatkan bahwa dirinya pun berasal dari desa dan pelosok, namun hal itu tidak pernah menghalangi langkahnya hingga menjadi pemimpin Kabupaten Jember.

“Alhamdulillah, anak desa, anak pelosok bisa menjadi Bupati. Jadi adik-adik jangan pernah berkecil hati. Meski tidak berada di Jakarta, bukan berarti tidak bisa tinggi.

Yang penting punya ilmu, hormat pada orang tua, hormat pada guru, dan hormat pada sesama. Dengan itu, adik-adik bisa terbang lebih tinggi daripada pesawat,” ujar Bupati Fawait disambut tepuk tangan meriah.

Soroti Stunting dan Pernikahan Usia Dini
Bupati juga menyampaikan keprihatinan terkait tingginya angka stunting serta pernikahan usia dini di Jember. Ia mengingatkan bahwa melahirkan di usia yang tidak ideal—di bawah 21 tahun—meningkatkan risiko kesehatan ibu dan bayi, termasuk risiko stunting.

“Usia ideal melahirkan itu 21 sampai 35 tahun. Kalau masih 16 atau 17 tahun, risikonya tinggi. Anak bisa stunting. Stunting itu bukan sekadar gizi buruk, tapi perkembangan fisik dan otak terlambat,” tegasnya.

Dengan penuh empati, ia berpesan kepada siswa tentang pentingnya masa depan dan pendidikan:

“Cinta boleh, sayang boleh, tapi ada waktunya. Minimal lulus kuliah dulu. Kalau ada yang bilang cinta tapi ngajak menikah duluan, itu palsu. Cinta yang benar mau menunggu.”

Bekal Ilmu: Kunci Masa Depan
Sebagai santri, Gus Bupati Fawait menekankan pentingnya menguasai ilmu agama dan ilmu umum sebagai fondasi hidup.

“Apa pun agamanya, pondasinya harus kuat. Dari sini, SMPN 1 Kencong, nanti lanjut ke SMA/MA/SMK lalu kuliah, insya Allah akan muncul calon-calon pemimpin Jember dari kawasan barat,” ucapnya optimis.

Ia juga kembali menegaskan komitmen Pemkab Jember untuk memfasilitasi pendidikan tinggi bagi generasi muda.

“Kami sudah berjanji: ada 20.000 anak Jember yang akan kami kuliahkan ke kampus-kampus terbaik di Indonesia. Tugas adik-adik hanya satu: belajar sungguh-sungguh.

Jangan jadi orang nanggung. Bahasa Inggris tidak bisa, bahasa Arab tidak bisa, matematika tidak bisa — itu namanya nanggung,” selorohnya yang disambut gelak tawa siswa.

Bupati bahkan menantang siswa untuk menyebutkan nama kampus-kampus di Jember, sambil menyebut bahwa Jember adalah kabupaten dengan perguruan tinggi terbanyak ketiga di Jawa Timur.

SMPN 1 Kencong, Sekolah Adiwiyata, Prestasi Tingg.Kepala SMPN 1 Kencong, Handoko Mulyo, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas perhatian Pemkab Jember terhadap dunia pendidikan.

Menurutnya, SMPN 1 Kencong memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi sebagai sekolah Adiwiyata, serta kualitas siswa yang terus berkembang dengan cita-cita besar.

Handoko menjelaskan bahwa sekolah ini memiliki,850 siswa, 38 guru, 27 rombongan belajar

Meski jumlah guru masih terbatas dan jam mengajar kerap overload, semangat pendidik tetap tinggi.

Sekolah ini juga memiliki kekuatan pada seni budaya. Ekstrakurikuler karawitan menjadi salah satu kebanggaan SMPN 1 Kencong.

“Gamelan yang ditampilkan itu milik sekolah. Anak-anak dibina melalui ekskul karawitan. Kemarin kami tampil di lomba seni musik di Jember dan meraih prestasi tingkat kabupaten tahun 2022,” jelasnya.

Kegiatan Bunga Desaku di SMPN 1 Kencong ditutup dengan peneguhan komitmen bersama: menghadirkan lingkungan belajar yang sehat, mendorong pendidikan tinggi, serta membentuk generasi masa depan yang cerdas, berakhlak, dan berkarakter.

Bupati Fawait menegaskan harapannya:
“Saya ingin ada putra-putri dari SMPN 1 Kencong yang kelak kuliah ke Timur Tengah, ke Tiongkok, atau kampus manapun. Yang penting punya mimpi, dan mau berusaha mencapainya.”

Suasana penuh haru dan semangat mengiringi akhir acara. Bagi para siswa, kedatangan bupati bukan hanya sebuah kunjungan, melainkan suntikan motivasi yang akan mereka kenang sepanjang perjalanan pendidikan mereka.

Pewarta : didik