Cetak Santri Berahlakul Karimah Bersama Yayasan Islam Pondok Pesantren Raudlatul Mujawidin Penyaksagan Klampis

BANGKALAN, memo-pagi.com – Pengajian Akbar dalam rangka Haflatul Imtihan bersama berlangsung di halaman Yayasan Islam Pondok Pesantren Raudlatul Mujawidin Penyaksagan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Madura Jawa Timur Rabu (04/01/2026). pukul 20.00 Wib, Acara ini mengusung tema “Teguh Pendirian Tangguh Perjuangan”.

Acara ini dihadiri oleh, DPRD Kabupaten Bangkalan, H.Fathur Rohman, Kepala Desa Penyaksagan, Sujak, Habib Idrus Aidi, KH.Mabrur Muhlis, Ketua Yayasan Abdus Salam,S.Pd.I, Kepala MDTA RA Ustadz Moh Ali,S.Pd, dan para Ustadz Ainul Yaqin, Ustadz Wildan, para wali santri, tokoh agama, dan tokoh pemuda.

Acara dikemas dengan berbagai kegiatan meriah, mulai dari pengajian umum serta pemberian penghargaan kepada santri berprestasi di segala jenjang pendidikan. Ustadz Abdus Salam, selaku ketua yayasan lembaga Pondok Pesantren Raudlatul Mujawidin, berharap agar seluruh Santrinya dapat menjadi insan yang bertakwa dan terus membawa misi dakwah islam dimanapun berada.

“Semoga seluruh santri menjadi orang yang bermanfaat kepada masyarakat, yang berlandaskan iman dan takwa, dan terus berjuang untuk kepentingan Islam, baik di profesi atau bidang apapun .” Tuturnya.

Ketua yayasan menambahkan, bahwa ia tidak pernah mengharapkan seluruh santrinya untuk menjadi kyai, tetapi yang lebih penting adalah para santri dapat terus berdakwa di bidang masing-masing, santri juga hendaknya tidak terpecah belah karena perbedaan, melainkan harus fokus memperkuat kebersamaan baik santri yang masih aktif maupun yang sudah menjadi alumni.

Disamping itu, Ach Jaugirah salah satu Panitya di PP. Raudlatul Mujawidin yang juga sebagai Direktur CV.Mulya Abadi Nusantara Group memaparkan, bahwa dirinya merasa bangga dan bersyukur dengan diadakannya kegiatan ini. Ia berharap kedepan santri-santri MDTA RA bisa lebih mendalami ilmu kitab kuning, dan dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih tentang ahlaqul karimah.

“Kedepannya, pesantren akan mewajibkan lulusan dalam berbagai jenjang harus di asramakan minimal setahun, baik pendidikan umum maupun madrasah diniyah, hal ini untuk membuat santri lebih siap untuk terjun di masyarakat, selepas lulus dari pesantren ini” Paparnya kepada awak media.

Ditempat yang sama H.Fathur Rohman DPRD Kabupaten Bangkalan panggilan akrabnya H.Kur menyampaikan, Disini saya mengapresiasi dengan adanya Haflatul Imtihan ini tadi saya memberi hadiah memang ada perbedaan ya mohon maaf jangan ada kecemburuan, itu untuk men-support agar anak didik kita nanti semakin giat belajar tentunya tahun depan kalau saya diundang lagi oleh pimpinan Yayasan Ustadz Abdul Salam, Ini saya minta lebih banyak lagi nggak papa saya akan memberi hadiah tahun depan juara 1 . 2 dan 3 agar lebih semangat anak-anakmu kenapa saya bedakan ada yang Rp,500.000,- ada yang Rp.250.000,- agar sama-sama semuanya itu merebut hanya ada satu dua tadi, jadi untuk kedepannya saya minta juara 1.2.3 nanti semua hadiah dari saya. Tutur H.Kur sapaan akrabnya.

Harapan saya agar pendidikan islam terutama di Desa Penyaksagan lebih ditingkatkan apalagi di era modern dunia digitel akan merusak para generasi anak-anak cucu kita, terutama bagi orang tua mari putra-putri titipkan di Pondok Pesantren Raudlatul Mujawidin tanpa biaya (gratis) karena pendidikan sangatlah penting demi masa depannya besok. Harap H.Kur

Disesi terakhir pemberian hadiah yang berprestasi kepada kalas 1 dan 6, Dan juga pemberian hadiah berupa uang dan tropi Penobatan Bintang Tauladan tahun 2025/2026 kepada Nabila Putri dengan nilai Mumtaz, Penobatan Bintang Pelajar 2025/2026 kepada Naila Fahrina dengan nilai 1548, dilanjutkan foto bersama serta pengajian umum oleh Habib Idrus Aidi dan KH.Mabrur Muhlis.
(Wie)