Closing Ceremony Mahasiswa KKN UTM Kelompok 01 Penuh Makna di Desa Sabiyan

BANGKALAN, memo-pagi.com – Suasana haru dan penuh makna menghiasi Closing Ceremony Kelompok 01 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) masyarakat Desa Sabiyan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan. Acara berlangsung pada tanggal 17 Januari 2026 pukul 19.30 WIB, di mana momen penting ini dihadiri oleh berbagai pihak, dari ketua KKN, perwakilan masyarakat, hingga Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Abdul Halim yang menghadiri secara virtual.

Kegiatan KKN merupakan salah satu bentuk implementasi nyata dari pembelajaran berbasis masyarakat yang diterapkan oleh institusi pendidikan. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan wawasan baru melalui kegiatan akademis, tetapi juga berinteraksi dan memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat di lingkungan sekitar.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UTM Kelompok 1, Ansori, mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama yang diberikan oleh masyarakat Desa Sabiyan selama pelaksanaan KKN.

“Semoga hubungan yang terjalain antara UTM dan Desa Sabiyan tidak berhenti setelah KKN berakhir. Mahasiswa secara aktif harus terus menjaga hubungan komunikasi agar program yang telah dijalankan benar-benar memberi dampak berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan menarik di suguhkan dengan penampilan unjuk kebolehan anak-anak Desa Sabiyan serta hiburan artis dangdut nasional, Ita KDI, yang berhasil menyedot antusiasme warga.

Sementara itu, Kepala Desa Sabiyan, Hudaifah S.Pd, mengapresiasi mendalam dedikasi mahasiswa KKN selama ada di desanya.

“Mahasiswa KKN Kelompok 01 membawa program bermanfaat bagi desa kami baik itu program jangka pendek maupun jangka panjang. Hal itu dapat membawa warna baru bagi desa Sabiyan,” tuturnya.

Perlu diketahui program yang di bawa meliputi penanaman mangrove, inisiasi desa wisata, penyediaan fasilitas pengelolaan sampah, serta penguatan kembali budaya gotong royong masyarakat.

“Ini wujud nyata yang di berikan mahasiswa UTM dari berbagai fakultas seperti Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian dan Management. Kegiatan ini mendongkrak pembangunan desa ke arah yang lebih baik,” imbuhnya.

Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian kegiatan KKN yang tidak hanya memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa, tetapi juga meninggalkan manfaat yang diharapkan terus dirasakan oleh masyarakat. (Wie)