Dari Lahan hingga Hunian, Kepedulian Nyata Pemerintah Hadirkan Harapan Baru bagi Petani dan Warga Jember

JEMBER, memo-pagi.com – Di tengah upaya besar mewujudkan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Muhammad Fawait menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sektor pertanian sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga. Selasa (7/4/2026).

Melalui program strategis seperti Optimasi Lahan (Oplah) dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pemerintah menghadirkan bukti nyata bahwa kebijakan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Dalam kegiatan Bunga Desaku di Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Bupati menegaskan bahwa perhatian pemerintah pusat, khususnya dari Prabowo Subianto, terhadap petani diwujudkan melalui peningkatan anggaran sektor pertanian.

Program Oplah menjadi salah satu langkah konkret, dengan perluasan lahan dari sekitar 4.000–5.000 hektare pada tahun sebelumnya menjadi 7.000–8.000 hektare pada 2026, ditambah dukungan irigasi pompa dan alat mesin pertanian.

Upaya ini diharapkan mampu mengembalikan Jember sebagai lumbung pangan unggulan, tidak hanya di tingkat Provinsi Jawa Timur tetapi juga nasional.

Namun, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawal program tersebut agar berjalan optimal dan tepat sasaran.

Di sisi lain, suara masyarakat menjadi pengingat penting akan tantangan yang masih dihadapi.

Kerusakan saluran irigasi sepanjang 20 kilometer di kawasan Mumbulsari telah berdampak pada puluhan hektare sawah yang kesulitan air.

Kondisi ini menegaskan bahwa intervensi program Oplah sangat dibutuhkan untuk menjaga produktivitas lahan agar tidak berubah menjadi sawah tadah hujan.

Tak hanya fokus pada pertanian, kepedulian pemerintah juga menyentuh aspek kemanusiaan melalui program RTLH.

Dalam kunjungannya ke Dusun Karang Sirih, Bupati menyaksikan langsung perubahan hidup seorang warga, Sumiati, yang sebelumnya tinggal di rumah tidak layak.

Kini, ia dapat menikmati hunian yang aman dan nyaman—sebuah perubahan sederhana namun bermakna besar.

Kisah haru Sumiati menjadi simbol bahwa pembangunan sejati adalah yang mampu menghadirkan harapan.

Dari atap bocor hingga rumah yang layak huni, dari lahan kering hingga potensi panen melimpah—semua mencerminkan hadirnya negara di tengah rakyat.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, Jember perlahan melangkah menuju masa depan yang lebih sejahtera, di mana petani berdaya dan setiap warga dapat hidup dengan martabat yang lebih baik.
Pewarta : didik