BEKASI, memo-pagi.com – Praktik dugaan pungutan liar (pungli) kembali meresahkan para pedagang di kawasan Pasar Tumpah Ramayana Cikarang, Kabupaten Bekasi. Dua orang oknum yang diduga preman dilaporkan kerap menarik uang secara paksa kepada para pedagang yang tengah mencari nafkah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi tersebut terjadi pada senen dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB. Saat kondisi pasar sedang ramai oleh aktivitas bongkar muat, dua pria yang dikenal dengan sapaan ‘Mona’ dan Jenal Abidin alias Pesing diduga mendatangi lapak-lapak pedagang untuk meminta sejumlah uang.
”Kejadiannya sekitar jam 3 subuh. Mereka datang dan minta uang, kalau tidak dikasih kadang bahasanya intimidasi,” ujar salah satu sumber di lokasi yang enggan disebutkan namanya, Minggu (24/2/2026).
Aksi kedua oknum ini sempat terekam dalam sebuah video amatir. Dalam rekaman tersebut, terlihat suasana pasar yang padat dan aktivitas beberapa orang yang diduga tengah melakukan pengutipan di area lapak pedagang kaki lima.
Para pedagang mengaku resah dengan kehadiran oknum-oknum tersebut. Pasalnya, beban biaya operasional dan sewa lapak sudah cukup berat, ditambah lagi dengan adanya pungutan tidak resmi yang tidak jelas peruntukannya.
”Kami berharap ada tindakan tegas dari aparat kepolisian atau pihak terkait. Kalau dibiarkan terus, kami para pedagang kecil yang makin susah,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih mencoba mengonfirmasi pihak kepolisian setempat terkait laporan keresahan warga dan pedagang di Pasar Ramayana Cikarang tersebut. (Red)