BANGKALAN, memo-pagi.com –
Puluhan warga datangi beramai-ramai mengepung Pondok Pesantren (Ponpes) Raudlatul Ulum yang berada di wilayah kecamatan Socah kabupaten Bangkalan, Kamis, (31/10), warga setempat menuntut agar Lora (Putra Kyai Madura Red) inisial SY agar supaya segera menyerahkan diri kepada pihak berwenang. Tindakan warga ini dipicu oleh dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh pengasuh ponpes tersebut terhadap beberapa siswinya beberapa waktu silam.
Peristiwa ini bermula setelah beberapa korban yang diduga mengalami pelecehan mulai berani angkat bicara dan satu persatu mereka melakukan laporan kepada pihak Kepolisian Resort Bangkalan.
Munculnya kasus ini, beberapa kalangan masyarakat termasuk dari beberapa media, bahkan komunitas yang ada di Bangkalan, LSM serta warga setempat turut mengecam atas perlakuan SY yang tidak senonoh ini, Adanya laporan ini juga dengan cepat menyebar di masyarakat dan memicu kemarahan warga sekitar termasuk para tokoh masyarakat, tokoh pemuda.
Dossalam ketua LSM Khabertana yang mewakili warga, menyatakan tuntutannya kepada pihak Pondok Pesantren dan meminta agar Kyai tersebut segera tangkap dan menyerahkan diri serta diproses hukum seadil-adilnya sesuai perbuatannya yang dilakukan
“Kami atas nama warga meminta agar pelaku secepatnya ditangkap, dan selama pelaku belum ditangkap di ponpes ini tidak boleh ada kegiatan dalam bentuk apapun,” begitu yang diteriakkan Dossalam.
Beberapa anggota kepolisian dari polsek Socah dipimpin labgsung oleh Kapolsek, dan Koramil beserta anggota, juga hadir Kepala Desa Rabesen Ilyas
Lanjut Dussalam, Bahwa korban pertama, NM orang tua NV (13) juga melaporkan pelaku ke polisi pada hari Kamis, 24 Oktober 2024 malam hari dengan nomor Laporan Polisi (LP) PPA-Satreskrim Polres Bangkalan dengan LP/162/X/2024/SPKT/POLRES BANGKALAN/POLDA JATIM dengan hal yang sama yakni pencabulan pada anaknya.
Aksi bejat itu terungkap saat salah seorang santri dibawah umur itu bercerita kepada orang tuanya atas apa yang dialaminya.
Korban kedua, santriwati inisial NV (13), diduga menjadi korban pencabulan oleh oknum kiai berinisial SY – pengasuh salah satu pondok pesantren di Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura, kini ada korban lagi bernama Mawar (15) dengan pelaku yang sama yakni SY. tegasnya
Mawar melapor ke Mapolres Bangkalan didampingi keluarga pada Minggu (27/10/2024) sore hari. Perbuatan itu dilakukan di salah satu hotel di wilayah Surabaya dengan modus iming-iming pergi ke Mall untuk berbelanja.
“Korban Mawar merupakan santriwati dari pelaku. Awal mula kejadian pada 12 Februari 2024 saat Mawar duduk di kelas IX SMP. Kini mawar sudah kelas X SMA. Dirinya baru melapor karena dulu takut dan diancam oleh pelaku. Modusnya mengajak Mawar pergi belanja ke Mall menemani pelaku. Tetapi belum sampai di Mall, pelaku mengajak istirahat Mawar di Hotel. Dan terjadi pencabul
Beberapa anggota kepolisian dan Koramil setempat juga turun tangan dalam pergerakan warga untuk mengendalikan situasi serta melakukan penyegelan terhadap pondok pesantren.
Sementara itu dari pihak pondok pesantren menanggapi adanya tuntutan yang diajukan oleh pihak warga dengan pikir-pikir dulu hingga pada hari Sabtu, (2/11) setelah melakukan mediasi dengan para sesepuh dan aparat desa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian menyatakan tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait tuduhan pelecehan tersebut dan memastikan bahwa proses hukum akan dijalankan dengan tegas dan adil.
(Wie)