Gus Fawait Rangkul Tokoh Pemuda Jember Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah,”Salah Satu Tokoh Singung Menu MBG”

JEMBER, memo-pagi.com– Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti kegiatan buka puasa bersama yang digelar Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama puluhan tokoh pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan di Kabupaten Jember. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Wahya Wibawa Graha, Sabtu (7/3/2026).

Menjadi momentum berharga untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang dialog antara pemerintah daerah dan generasi muda.

Para tokoh pemuda mulai berdatangan dengan penuh antusias. Mereka berasal dari berbagai latar belakang organisasi kepemudaan, komunitas sosial, hingga perwakilan mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap masa depan Kabupaten Jember.

Kehadiran mereka mencerminkan semangat kolaborasi dan kepedulian generasi muda terhadap pembangunan daerah.

Kegiatan diawali dengan suasana diskusi santai yang berlangsung hangat. Para peserta tampak menikmati hidangan takjil sembari berbincang langsung dengan Bupati Jember.

Tidak ada sekat formal yang kaku. Canda, tawa, serta obrolan ringan mengalir begitu natural, menciptakan atmosfer kebersamaan yang sarat makna, terlebih di bulan suci Ramadan yang identik dengan nilai-nilai persaudaraan dan kepedulian sosial.

Dalam sambutannya, Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait menegaskan bahwa pemuda memiliki posisi yang sangat strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah.

Menurutnya, kemajuan Jember tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan peran aktif dari generasi muda sebagai motor penggerak perubahan.

“Pemuda Jember harus menjadi penggerak utama dalam menjaga kerukunan dan memperkuat solidaritas sosial.

Saya mengajak seluruh elemen pemuda untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan Jember yang lebih maju, religius, dan harmonis,” ujar Gus Fawait di hadapan para undangan.

Ia juga menekankan bahwa momentum Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat semangat gotong royong, mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, pemuda memiliki energi, kreativitas, dan idealisme yang sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan daerah.

Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember itu juga membuka ruang dialog secara langsung dengan para tokoh pemuda.

Berbagai aspirasi pun disampaikan secara terbuka, mulai dari pengembangan kewirausahaan pemuda, penyediaan ruang kreatif bagi generasi muda, hingga pentingnya keterlibatan pemuda dalam menjaga kondusivitas sosial di tengah masyarakat.

Salah satu tokoh pemuda yang turut menyampaikan pandangannya adalah Bangu Cahyono, DPW kader(OKK) Organisasi Kibran Senter Jawa Timur yang ditugaskan di wilayah kususya Kabupaten Jember untuk melakukan pengawasan terhadap sejumlah program pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Bangu Cahyono menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program pemerintah, khususnya program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya merupakan langkah positif untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi generasi muda.

Namun demikian, ia juga menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Program makanan bergizi gratis sebenarnya sangat bagus dan kami mendukung. Kami juga mendukung langkah Bupati Jember yang menutup SPPG yang tidak menjalankan aturan, terutama terkait menu makanan.

Saat ini sudah ada tiga SPPG yang ditutup. Jika memang ada sekitar 30 yang tidak sesuai prosedur, maka sebaiknya ditutup semua,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan turun langsung ke lapangan bersama rekan-rekan organisasi untuk melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, tugas organisasi tidak hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga memastikan pelaksanaannya berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

“Kami dari Kibran Senter akan turun langsung ke bawah melakukan pemantauan bersama teman-teman. Tugas kami yang pertama membantu, kedua mengawasi.

Karena di lapangan banyak sekali laporan yang masuk. Dalam waktu dekat, satu dua hari ke depan, kami juga akan bertemu kembali dengan Bupati untuk menyampaikan laporan secara langsung,” ujarnya.

Ia juga menyoroti persoalan menu makanan yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan konsep gizi yang ideal.

“Kalau makanan bergizi tapi hanya roti, pisang, dan lainnya, tentu perlu evaluasi. Kalau seperti ini justru yang diuntungkan hanya pihak-pihak tertentu saja.

Program ini harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” imbuhnya dengan nada tegas.

Diskusi yang berlangsung terbuka tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah dan tokoh pemuda memiliki semangat yang sama untuk membangun Jember secara transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Menjelang waktu Maghrib, kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan dengan penuh khidmat. Suasana haru dan kebersamaan semakin terasa ketika para peserta bersama-sama menikmati hidangan buka puasa.

Momen kebersamaan semakin hangat ketika Gus Fawait menyempatkan diri bersalaman satu per satu dengan para tokoh pemuda yang hadir.

Ia juga berbincang santai dengan mereka, mendengarkan cerita, harapan, serta gagasan yang lahir dari generasi muda Jember.

Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, pertemuan tersebut menjadi simbol kuat bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pemuda merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan daerah yang lebih baik.

Silaturahmi yang terjalin tidak hanya memperkuat hubungan emosional, tetapi juga menumbuhkan optimisme bahwa Jember dapat terus melangkah maju dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
Pewarta : didik