GWI Jember Audiensi dengan Diskominfo, Wujudkan Sinergitas Menuju Jember Baru Jember Maju

JEMBER, memo-pagi.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Melalui forum audiensi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, yang digelar pada Kamis (25/9/2025).

Tercipta titik temu penting yang diyakini menjadi langkah awal membangun sinergi kuat menuju terwujudnya Jember Baru Jember Maju.

Audiensi berlangsung penuh kehangatan dan keterbukaan di ruang kerja Plt. Kepala Diskominfo Pemkab Jember, Regar Jeane Delaen Nangka.

Rombongan GWI Jember dipimpin langsung oleh Ketua Ahmadi, atau yang akrab disapa Madek, didampingi Sekretaris Sigit Priyono Azeta, Bendahara Agus Sugiyanto, Bidang OKK Sugito, serta salah satu anggota, Imam Tahrir. Sementara itu, Regar tidak sendiri, ia turut didampingi oleh Kepala Bidang Layanan Media Komunikasi Publik, Sandy Cahyono.

Dalam pertemuan tersebut, terjalin dialog mendalam mengenai peran media dan insan pers sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat.

Regar dengan tegas menyampaikan, bahwa Diskominfo membuka ruang lebar bagi GWI Jember untuk bersinergi. Tidak sekadar bersinergi secara formal, tetapi melahirkan skema kerja sama yang dinilai sebagai sebuah breakthrough—terobosan baru yang belum pernah ada sebelumnya di Kabupaten Jember.

“GWI Jember diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi program-program Bupati Muhammad Fawait secara benar, utuh, dan mudah dipahami masyarakat.

Baik masyarakat di perkotaan maupun yang tinggal di pelosok desa, semua berhak mendapatkan informasi yang jelas dan terpercaya,” ungkap Regar dengan penuh optimisme.

Lebih dari itu, sinergitas yang dibangun tidak hanya sebatas pada penyebaran informasi program pemerintah.

Regar menekankan pentingnya peran wartawan dalam mengangkat potensi-potensi lokal di setiap wilayah. Mulai dari potensi sumber daya alam, produk UMKM, budaya, hingga potensi pariwisata yang masih terpendam.

Harapannya, informasi tersebut mampu membuka mata dunia luar tentang kekayaan Jember sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Ketua GWI Jember, Ahmadi alias Madek, menyambut baik gagasan tersebut. Ia menilai, apa yang ditawarkan Diskominfo merupakan bentuk pengakuan atas peran penting pers dalam pembangunan daerah.

“Kami tentu siap mendukung. Wartawan tidak hanya menulis berita, tetapi juga ikut ambil bagian dalam proses pembangunan. GWI Jember akan berusaha menyajikan informasi yang membangun, mencerahkan, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ucap Madek.

Kesepakatan teknis pun turut dibahas. Setiap anggota GWI Jember nantinya akan menyerahkan data pribadi dan nama medianya kepada Diskominfo. Pemberitaan yang diproduksi tidak hanya berhenti pada platform media masing-masing, tetapi juga diwajibkan terhubung dengan kanal mainstream Diskominfo.

Dari portal web resmi hingga jejaring media sosial populer seperti Facebook, Twitter, Instagram, TikTok, hingga YouTube, semua akan menjadi wadah penyebaran informasi.

Audiensi ini memberikan harapan baru. Sinergitas antara GWI Jember dengan Diskominfo bukan hanya sebatas kerjasama teknis, melainkan ikhtiar bersama dalam membangun komunikasi yang sehat antara pemerintah, masyarakat, dan media.

Dengan langkah ini, diharapkan citra Jember sebagai daerah yang maju, berdaya, dan terbuka dapat semakin nyata.

Di ujung pertemuan, kedua belah pihak sepakat bahwa peran pers bukan hanya sebagai penyampai berita, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial.

Dengan informasi yang benar, masyarakat bisa lebih cerdas, lebih kritis, dan lebih berdaya. Sinergi ini adalah bagian dari doa dan kerja keras menuju “Jember Baru Jember Maju”. (dik)

Apakah ingin saya buatkan versi yang lebih persuasif (menekankan peran pers sebagai pilar demokrasi dan pengawal pembangunan), atau cukup dengan gaya narasi berita panjang seperti di atas?