JEMBER, memo-pagi.com – Dengan semangat cinta terhadap alam dan kepedulian terhadap masa depan lingkungan hidup, Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Kabupaten Jember bersama Dinas Perikanan, Forkopimca Bangsalsari, serta Kepala Desa Tugusari, menggelar kegiatan sosial berupa penebaran ribuan benih ikan di aliran Sungai Bendungan, Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember.Kamis pagi (23/10/2025).
Kegiatan sederhana namun sarat makna ini menjadi simbol kepedulian insan pers terhadap kelestarian alam dan keberlanjutan ekosistem air yang selama ini menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat.
Alam adalah rumah bersama bagi manusia, hewan, dan tumbuhan. Namun, keseimbangan itu kini mulai rapuh. Pertumbuhan manusia yang pesat, pembukaan lahan yang tidak terkendali, serta penggundulan hutan, telah mengakibatkan rusaknya ekosistem sungai.
Ketika hutan gundul, akar-akar yang seharusnya menyerap air hujan tak lagi ada. Akibatnya, di musim kemarau sungai kehilangan debit air, dan saat musim penghujan, sungai meluap membawa lumpur dan sampah. Ekosistem terganggu, ikan-ikan pun kian berkurang, meninggalkan kesunyian di aliran sungai yang dulu ramai oleh kehidupan air.
Menyadari hal itu, GWI Jember berinisiatif menghidupkan kembali denyut kehidupan di sungai dengan menebar benih-benih ikan.
Harapannya sederhana: agar sungai kembali hidup, agar air kembali jernih, dan agar anak cucu kelak masih bisa melihat ikan berenang di air yang bersih.
Ketua GWI Jember, Ahmadi yang akrab disapa Madek, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian wartawan terhadap kelestarian lingkungan, bukan sekadar simbolik.
“Kami tidak hanya menulis dan meliput berita. Kami juga ingin menjadi bagian dari solusi. Alam adalah sahabat kita, dan sudah seharusnya kita ikut menjaganya,” ujar Madek penuh haru sebelum melepaskan ribuan benih ikan tawes ke aliran Sungai Bedadung.
Dukungan juga datang dari Dinas Perikanan Kabupaten Jember. Melalui Sekretaris Dinas, Poerwahjudi, pemerintah memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif GWI Jember.
“Kami sangat mengapresiasi langkah teman-teman wartawan ini. Mereka tidak hanya peduli terhadap informasi, tetapi juga peduli terhadap kehidupan. Semoga gerakan ini bisa menginspirasi masyarakat luas untuk ikut menjaga ekosistem sungai,” tutur Poerwahjudi.
Ia juga mengimbau agar masyarakat di sepanjang aliran sungai hingga ke wilayah pesisir pantai selatan turut menjaga kebersihan sungai.
“Banyak warga pesisir mengeluhkan sampah yang datang dari hulu. Ketika mereka menjaring ikan, yang didapat justru sampah plastik. Ini harus kita sadari bersama. Sungai bukan tempat sampah, sungai adalah sumber kehidupan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tugusari, Ahmad Khoiri, merasa bersyukur desanya terpilih menjadi lokasi kegiatan.
“Kami bangga dan berterima kasih karena Desa Tugusari dipercaya menjadi tempat kegiatan ini. Lokasi kami berada di hulu, sehingga sangat tepat untuk program penebaran benih ikan. Semoga dalam beberapa bulan ke depan, ikan-ikan ini bisa tumbuh besar dan memberi manfaat bagi warga sekitar,” ungkapnya penuh harap.
Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban dan kebersamaan ini turut dihadiri oleh Camat Bangsalsari Bambang Erwin Setyono, Babinsa Desa Abdul Rohim, tokoh masyarakat, mahasiswa KKN, dan penyuluh perikanan dari Dinas Perikanan Jember. Mereka bersama-sama menebar benih ikan sebagai simbol harapan baru bagi kehidupan sungai dan alam Jember yang lestari.
Aksi ini menjadi pengingat bahwa menjaga alam bukan hanya tugas pemerintah atau aktivis lingkungan, tetapi juga tanggung jawab semua pihak, termasuk para wartawan yang selama ini menjadi mata dan telinga masyarakat. Karena pada akhirnya, mencintai alam berarti mencintai kehidupan itu sendiri. (dik)