JEMBER, memo-pagi.com – Kondisi jembatan penghubung antara Desa Karang Kedawung, Kecamatan Mumbulsari, dan Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, kini sangat memprihatinkan. Jembatan yang menjadi satu-satunya akses alternatif warga untuk melintas antar desa itu tampak rapuh dan nyaris ambruk.
Melihat kondisi tersebut, pemerintah dua desa bersama masyarakat setempat sepakat menggelar musyawarah untuk mencari jalan keluar agar jembatan tersebut segera dapat diperbaiki. Pada rabu (15/10/2025).
Musyawarah itu berlangsung di rumah salah satu warga yang berada tak jauh dari lokasi jembatan, tepatnya di perbatasan Dusun Gumuk Sudah, Desa Mrawan, dengan Dusun Krajan, Desa Karang Kedawung. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Mrawan, Salim, Sekretaris Desa Karang Kedawung yang mewakili kepala desa, serta puluhan warga dari kedua desa yang peduli terhadap kondisi jembatan tersebut.
Dalam pertemuan itu, masyarakat menyampaikan keprihatinan yang mendalam. Jembatan yang memiliki ukuran lebar 1,20 meter dan panjang 12 meter itu merupakan jalur vital bagi warga. Setiap hari, jembatan ini dilalui petani untuk mengangkut hasil panen, pedagang kecil yang membawa barang dagangan, hingga anak-anak sekolah yang harus menempuh perjalanan ke seberang desa.
Namun kini, mereka harus berhati-hati setiap kali melintas, karena struktur jembatan sudah mulai lapuk juga sebagian besinya mulai kropos dan berkarat.
Sambil menunggu bantuan dari pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat masyarakat berinisiatif melakukan langkah swadaya.
Mereka sepakat untuk bergotong-royong memperbaiki jembatan secara mandiri, mengumpulkan dana seadanya melalui kotak amal dan sumbangan sukarela dari warga.
Bahkan, kedua kepala desa memberikan bantuan pribadi sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan bersama.
“Kami tidak bisa menunggu terlalu lama, karena jembatan ini urat nadi masyarakat dua desa. Jika dibiarkan rusak, dampaknya akan sangat besar bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial warga,” ujar Salim, Kepala Desa Mrawan, penuh haru.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya sudah berupaya mengajukan bantuan resmi kepada pemerintah daerah, provinsi dan Kementrian agar perbaikan permanen segera direalisasikan.
Di tengah segala keterbatasan, semangat warga tetap menyala. Laki-laki, perempuan, hingga para pemuda turut terlibat dalam pengumpulan dana . Mereka sadar, tanpa kebersamaan dan kepedulian, akses kehidupan antar dua desa ini bisa terputus sewaktu-waktu.
di perbatasan Mrawan dan Karang Kedawung menjadi saksi bagaimana warga gotong royong dan kepedulian sosial masih hidup di hati masyarakat pedesaan Jember — sederhana, namun penuh makna. (dik)