JEMBER, memo-pagi.com – Upaya menghadirkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat terus diperkuat oleh jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Jember. Melalui program unggulan Polantas Menyapa, pelayanan di Kantor Samsat Bersama Kaliwates kini semakin menonjolkan pendekatan humanis yang tidak hanya fokus pada administrasi, tetapi juga pada edukasi dan pendampingan masyarakat.
Program ini menjadi salah satu langkah konkret reformasi pelayanan publik di lingkungan kepolisian, khususnya dalam pelayanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) serta pengurusan administrasi kendaraan bermotor.
Kehadiran personel polisi lalu lintas yang aktif menyapa, berdialog, dan memberikan pendampingan kepada masyarakat menjadi wajah baru pelayanan yang lebih ramah, terbuka, serta mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat.
Di area pelayanan Kantor Samsat Bersama Kaliwates, masyarakat tidak hanya menerima layanan administratif semata. Petugas juga memberikan berbagai informasi penting mengenai mekanisme pengurusan SIM maupun registrasi kendaraan bermotor, termasuk penjelasan rinci terkait prosedur, persyaratan, hingga biaya resmi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk melindungi masyarakat dari praktik percaloan maupun pungutan liar yang selama ini kerap menjadi kekhawatiran publik dalam mengurus dokumen kendaraan.
Salah satu bentuk nyata dari pelayanan humanis tersebut terlihat pada proses ujian praktik SIM. Masyarakat yang akan mengikuti ujian tidak langsung dihadapkan pada tes semata, melainkan diberikan kesempatan untuk mendapatkan pelatihan terlebih dahulu. Petugas dengan sabar membimbing pemohon SIM memahami teknik berkendara yang benar sekaligus memperkenalkan lintasan ujian praktik.
Langkah ini dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya bagi pemohon yang baru pertama kali mengikuti ujian praktik. Dengan adanya pembinaan awal, masyarakat menjadi lebih siap dan memahami standar keselamatan berkendara yang harus dipenuhi.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jember, Bernadus Bagas Simarmata, menegaskan bahwa program Polantas Menyapa merupakan bagian dari komitmen institusinya untuk menghadirkan pelayanan publik yang modern dan berintegritas.
Menurutnya, pelayanan kepolisian tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai proses birokrasi yang kaku. Sebaliknya, pelayanan harus mampu menghadirkan rasa nyaman, kepastian, serta kepercayaan bagi masyarakat.
“Program ini adalah manifestasi komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh jajaran Satlantas Polres Jember terus dibekali pemahaman mengenai nilai dasar pelayanan prima.
Setiap petugas dituntut tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga mampu menunjukkan sikap empati, kesabaran, serta komunikasi yang baik kepada masyarakat.
Edukasi yang diberikan kepada masyarakat mencakup berbagai aspek penting, mulai dari informasi biaya resmi penerbitan SIM, mekanisme standar operasional prosedur (SOP), hingga langkah-langkah yang harus dilakukan apabila masyarakat mengalami kendala administrasi.
Dengan transparansi tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi bergantung pada pihak ketiga yang tidak resmi. Semua proses pelayanan dapat dilakukan secara langsung dengan pendampingan dari petugas yang bertugas di lokasi.
AKP Bagas juga menegaskan bahwa layanan di Satpas maupun Samsat harus dipastikan bebas dari praktik pungutan liar. Komitmen zero pungli menjadi prinsip yang terus dijaga agar integritas pelayanan publik tetap terpelihara.
Setiap personel yang bertugas diwajibkan bersikap responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Apabila terdapat kendala administrasi, petugas harus segera memberikan solusi yang cepat, tepat, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar, mudah diakses, dan bebas dari pungutan liar,” tegasnya.
Lebih dari sekadar program pelayanan, Polantas Menyapa juga menjadi strategi penting dalam membangun kembali kedekatan emosional antara kepolisian dan masyarakat.
Melalui komunikasi yang terbuka serta pendekatan yang lebih empatik, kepolisian berupaya menumbuhkan rasa kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, pendekatan humanis dinilai menjadi kunci utama dalam membangun hubungan yang harmonis antara aparat dan masyarakat.
“Polri bukan hanya aparat penegak hukum, tetapi juga mitra pelayanan yang hadir dengan hati,” pungkas AKP Bagas.
Melalui implementasi program Polantas Menyapa secara berkelanjutan, Satlantas Polres Jember berharap dapat menciptakan ekosistem pelayanan lalu lintas yang semakin modern, profesional, serta berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung transformasi kelembagaan Polri menuju institusi yang Presisi—prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan—sebagaimana yang digagas oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Dengan semangat pelayanan yang humanis dan transparan, kehadiran Polantas di tengah masyarakat tidak lagi hanya sebagai penegak aturan, tetapi juga sebagai sahabat yang siap membantu, membimbing, serta memastikan setiap warga mendapatkan pelayanan yang adil, mudah, dan bermartabat. (dik)