Kemenko PMK Gandeng K/L Bahas Perjudian Pencegahan Berani di Dunia Pendidikan

JAKARTA, memo-pagi.com – 17 Desember 2024, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK, Warsito, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Perjudian Daring di Kalangan Pelajar, Mahasiswa, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan. Rakor berlangsung di Kantor Kemenko PMK, Jakarta.

Dalam berbagai hal, Warsito menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif perjudian online yang semakin berdampak. “Perjudian berani bukan hanya ancaman ekonomi, tapi juga sosial dan moral. Dunia pendidikan harus menjadi benteng pertama dalam mencegah perilaku destruktif ini,” ujar Warsito.

Peserta rakor menyampaikan langkah-langkah strategi yang telah dilaksanakan dalam memperkuat regulasi, meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar dan pendidik, serta menindak tegas aktivitas perjudian daring yang menargetkan sektor pendidikan serta rencana program pencegahan judi daring tahun 2025.

“Menangani judi online harus dari hulu hingga hilir, pencegahan menjadi bagian dari program di hulu, dan itu tidak cukup dengan sosialisasi dan pelatihan, namun dapat dikemas dalam program-program lain”, tegas Warsito.

Warsito mencontohkan seperti lomba film pendek, cipta karya lagu, puisi, mengarang, duta anti judol dan sejenisnya. Semua proses pembelajaran dapat ditunggangi substansi karakter dan jatidiri bangsa, tambah Warsito.

Diharapkan rakor ini akan menghasilkan rekomendasi kebijakan serta bahan pelaporan pelaksanaan tugas Kelompok Kerja Pencegahan Judi Daring, selain juga menjadi forum berbagi praktik pencegahan perjudian yang baik di antara kementerian/lembaga penyelenggara pendidikan. Warsito menekankan bahwa program-program pencegahan peradilan tidak harus dilaksanakan dengan kegiatan khusus yang bertema peradilan berani tetapi dapat dilaksanakan dengan mengintegrasikan atau menyisipkan pesan-pesan moral dan informasi penting dalam setiap kegiatan dan proses pendidikan.

Rakor ini merupakan wujud komitmen Kemenko PMK dalam mendukung penguatan moral dan karakter generasi muda, sejalan dengan Amanat Presiden untuk membangun ekosistem pendidikan yang bersih dari pengaruh negatif teknologi.
Hadir dalam rakor ini para pejabat tinggi pratama dan pejabat perwakilan fungsional dari Kemenkomdigi, Kemendikdasmen, Kemendiktisaintek, Kemenag, KPPPA, Kemenko PMK serta sejumlah perwakilan organisasi masyarakat.
(Wie)