JEMBER, memo-pagi.com — Sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan terhadap perjuangan para guru ngaji, Pemerintah Kabupaten Jember kembali menyalurkan insentif bagi guru ngaji di seluruh desa se-Kecamatan Pakusari. Salah satunya dilaksanakan di Desa Subo, pada Kamis (16/10/2025).
Penyaluran insentif yang berlangsung di Balai Desa Subo itu disambut dengan penuh rasa syukur dan haru oleh para guru ngaji setempat. Kepala Desa Subo, Fitriyatun Nafilah, menyampaikan bahwa terdapat 34 penerima insentif di desanya yang seluruhnya telah tersalurkan dengan baik.
“Alhamdulillah, kali ini pelaksanaan penyaluran dilakukan di Balai Desa Subo. Kami sangat berterima kasih kepada Gus Bupati yang telah memberikan perhatian besar kepada para guru ngaji. Dulu kami harus ke kecamatan, tapi sekarang lebih mudah karena bisa langsung di desa. Ini tentu sangat membantu,” ungkap Fitriyatun.
Ia menambahkan, meski para guru ngaji selama ini mengajar dengan niat tulus dan penuh keikhlasan tanpa pamrih, namun perhatian pemerintah melalui bantuan insentif ini menjadi bentuk penghargaan yang sangat berarti.
“Guru ngaji di desa kami itu luar biasa. Mereka mengajar dengan sabar, tidak pernah menuntut apa pun. Tapi dengan adanya santunan seperti ini, mereka sangat bersyukur. Semoga menjadi barokah untuk semuanya,” tambahnya dengan mata berkaca-kaca.
Selain itu, Fitriyatun juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah tidak berhenti sampai di sini. Ia berharap adanya dukungan lebih lanjut untuk rehabilitasi musholla, madrasah, serta fasilitas pendidikan keagamaan lainnya di Desa Subo.
“Banyak musholla dan madrasah di desa kami yang kondisinya sudah butuh perbaikan. Kami berharap pemerintah bisa membantu rehab gedung-gedung tersebut agar para santri bisa belajar dengan nyaman,” ujarnya penuh harap.
Penyaluran insentif ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap perjuangan para pendidik agama di tingkat desa. Di tengah kesederhanaan, mereka tetap menjadi pilar penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda.
Kegiatan tersebut diakhiri dengan doa bersama, memohon keberkahan agar bantuan ini menjadi amal jariyah dan motivasi bagi para guru ngaji untuk terus menebar ilmu, keikhlasan, dan kebaikan di tengah masyarakat. (dik)