Komitmen Nyata Pemerintah Hadir di Tengah Petani Desa Mrawan, Infrastruktur Pertanian Diperkuat untuk Meningkatkan Hasil Panen

JEMBER, memo-pagi.com – Bentuk nyata komitmen pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali dirasakan langsung oleh para petani di wilayah pedesaan.

Melalui program Kegiatan Optimasi Lahan (OPLAH) Tahun Anggaran 2025 dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, infrastruktur pertanian di Dusun Lengkong Toko, Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Provinsi JawaTimur, kini semakin memadai dan fungsional.

Program yang berada di bawah Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian ini mencakup optimasi lahan seluas 40,8 hektare, dengan total anggaran sebesar Rp187.659.000 yang bersumber dari APBN, dilaksanakan oleh Kelompok Tani Sari Bumi sebagai pelaksana di lapangan.

Salah satu hasil utama dari program tersebut adalah rampungnya pembangunan saluran irigasi menggunakan buis beton (yudit) berdiameter kurang lebih 120 cm, dengan tinggi dan lebar masing-masing sekitar 60 cm, serta panjang saluran mencapai sekitar 190 meter.

Bangunan irigasi ini kini telah dimanfaatkan sepenuhnya oleh petani dan dirasakan manfaatnya secara langsung.

Ketua Kelompok Tani Sari Bumi, Abdul Basid, mewakili para petani Desa Mrawan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kementerian Pertanian RI, Bupati Jember Muhammad Fawait, serta Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jember, M. Zamroni, atas perhatian dan dukungan nyata terhadap kebutuhan petani di lapangan.

“Alhamdulillah, bangunan irigasi ini sangat membantu kami. Pakai yudit itu jauh lebih aman dan rapi.

Air tidak bocor sama sekali, tidak ada lagi rembesan. Pohon-pohon juga tidak bisa menembus saluran, jadi aliran air benar-benar terjaga,” ujar Abdul Basid.

Ia menambahkan, dibandingkan kondisi sebelumnya, saluran irigasi yang baru ini memberikan efisiensi waktu yang sangat signifikan.

Jika sebelumnya petani membutuhkan waktu hingga lima jam untuk mencukupi kebutuhan air ke lahan, kini cukup sekitar satu hingga satu setengah jam saja air sudah terpenuhi dengan baik.

“Air sekarang benar-benar lancar, tidak terbuang ke mana-mana. Kalau air lancar, Insyaallah hasil pertanian juga akan lebih baik. Dampaknya langsung terasa ke hasil panen,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Abdul Basid menyampaikan bahwa para petani sangat berharap program serupa dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan, terutama untuk area persawahan yang berada di bagian tengah wilayah, yang hingga kini masih membutuhkan pembangunan saluran irigasi tambahan.

Menurutnya, pembangunan di wilayah tengah memang memerlukan biaya lebih besar, namun manfaatnya akan sangat dirasakan oleh banyak petani.

“Yang di pinggir-pinggir sebagian sudah terbantu, baik dari provinsi maupun desa. Tinggal yang di tengah-tengah ini yang masih sangat membutuhkan. Mudah-mudahan ke depan ada tambahan bantuan lagi,” harapnya.

Keberhasilan program ini tidak lepas dari kerja sama dan gotong royong semua pihak, mulai dari petani, pemerintah, hingga pendamping lapangan (Penyuluh Pertanian Lapangan/PPL).

Kini, setelah program dinyatakan rampung, manfaatnya telah dirasakan secara nyata oleh para petani, termasuk mereka yang berada di wilayah hilir aliran irigasi.

Dengan selesainya kegiatan Optimasi Lahan ini, para petani Desa Mrawan optimistis sektor pertanian di wilayahnya akan semakin maju, produktif, dan berkelanjutan, seiring dengan dukungan infrastruktur yang semakin baik dan perhatian pemerintah yang terus hadir hingga ke pelosok desa.

Pewarta : didik