JEMBER, memo-pagi.com – Bupati Jember, Muhammad Fawaid, S.E., M.Sc., secara resmi meluncurkan program bantuan pangan untuk periode Februari dan Maret, bertepatan dengan masa pasca momentum Ramadhan dan Idul Fitri, pada Jumat (10/04/2026).
Peluncuran ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi yang kerap meningkat setelah hari besar keagamaan.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait hadir bersama Penjabat Sekretaris Daerah, Kepala Bulog, Wakapolres, Danramil, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan lembaga terkait dalam memastikan program berjalan tepat sasaran dan efektif.
Program bantuan pangan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, Perum Bulog, serta dukungan penuh dari TNI dan Polri.
Tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, program ini juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam meredam laju inflasi serta memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi gangguan pangan akibat perubahan iklim yang semakin tidak menentu.
“Bantuan pangan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” ujar Gus Fawait dalam sambutannya.
Pada tahap awal, pendistribusian bantuan difokuskan di tiga kecamatan wilayah perkotaan, yakni Kaliwates, Sumbersari, dan Patrang.
Untuk menjamin transparansi dan ketepatan sasaran, proses distribusi dilakukan melalui sistem berbasis aplikasi yang terintegrasi, serta melibatkan petugas di tingkat kelurahan dan desa. Pendekatan ini diharapkan mampu meminimalisasi kesalahan data sekaligus mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Secara keseluruhan, bantuan tahap awal yang digelontorkan mencapai sekitar 8.000 ton beras dan 1,8 juta liter minyak goreng. Jumlah ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Di sisi lain, capaian positif juga ditunjukkan oleh Bulog Jember dalam menyerap hasil panen petani. Sejak awal tahun, tercatat sekitar 168.000 ton gabah kering panen berhasil diserap.
Kenaikan harga gabah di tingkat petani turut menjadi indikator membaiknya sektor pertanian, di mana harga yang sebelumnya berkisar Rp6.100 per kilogram kini meningkat menjadi Rp6.700 hingga Rp8.000 per kilogram—melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
Kepala Bulog Jember, Andre Saputra, menegaskan bahwa sinergi lintas instansi menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
“Sinergi antarinstansi harus terus kami perkuat guna menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi daerah,” ujarnya.
Peluncuran bantuan pangan ini bukan sekadar program jangka pendek, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan perubahan iklim.
Pemerintah Kabupaten Jember pun menegaskan komitmennya untuk terus hadir, memberikan perlindungan, dan menjadi solusi bagi kebutuhan dasar masyarakat. (dik)