Menteri PU Tinjau Infrastruktur Rusak di Jember, Harapan Baru bagi Pemulihan Akses dan Ekonomi Masyarakat

JEMBER, memo-pagi.com – Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, melakukan kunjungan kerja ke Jember pada Minggu (22/2/2026).

Guna meninjau langsung sejumlah infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat bencana. Kunjungan ini merupakan respons atas laporan dan pengajuan tanggap darurat yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Jember kepada pemerintah pusat.

Dalam agenda tersebut, Menteri Dody didampingi Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jember.

Peninjauan difokuskan pada sejumlah titik strategis yang dinilai membutuhkan penanganan segera demi menjaga stabilitas aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian utama adalah jembatan yang terputus akibat banjir di Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari.

Infrastruktur ini memiliki peran vital sebagai akses penghubung utama antarwilayah, termasuk menuju desa tetangga seperti Jatian dan Subo.

Sebelum terputus, jembatan yang dibangun pada tahun 2007 tersebut memiliki lebar 3 meter dan panjang 18 meter, serta dapat dilalui kendaraan roda empat.

Kepala Desa Pakusari, Misjo, menyampaikan bahwa keberadaan jembatan tersebut sangat penting bagi masyarakat.

Selain memangkas jarak tempuh dari sekitar 4 kilometer menjadi hanya 1 kilometer, jembatan ini juga menjadi jalur utama distribusi hasil panen pertanian, akses pendidikan, layanan kesehatan, serta mobilitas perekonomian warga.

“Beberapa bulan lalu jembatan ini putus akibat banjir. Untuk sementara, masyarakat membangun jembatan darurat dari bambu secara swadaya agar aktivitas tetap berjalan sambil menunggu pembangunan kembali dari pemerintah,” ujarnya penuh harap.

Tak hanya meninjau jembatan, Menteri PU juga mengunjungi Pasar Tanjung yang merupakan pasar tradisional terbesar di Jember.

Kondisi bangunan dan fasilitas pasar dinilai perlu pembenahan agar lebih aman, tertata, dan nyaman bagi para pedagang maupun pengunjung.

Revitalisasi pasar ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi kerakyatan secara lebih optimal.

Rombongan turut meninjau Fly Over di Kecamatan Mangli serta beberapa ruas jalan nasional yang diusulkan untuk dilakukan pelebaran dan perbaikan.

Infrastruktur tersebut dinilai strategis dalam menunjang konektivitas wilayah, memperlancar arus barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Menteri Dody Hanggodo mengaku cukup terkejut saat menerima informasi bahwa Jember sedang berada dalam kondisi tanggap darurat. Menurutnya, selama ini Jember dikenal sebagai daerah yang relatif stabil.

“Saya dihubungi langsung oleh Bupati Jember dan menerima beberapa proposal, seperti pelebaran jalan, perbaikan jalan, serta pembenahan pasar tradisional.Yang mengejutkan saya, Jember saat ini dalam kondisi tanggap darurat,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kondisi riil di lapangan sehingga pemerintah pusat dapat mengambil langkah konkret dan tepat sasaran.

Keputusan penanganan, menurutnya, harus berbasis fakta dan kebutuhan mendesak masyarakat.

Ke depan, Kementerian Pekerjaan Umum akan memprioritaskan perbaikan dan renovasi infrastruktur yang dinilai paling mendesak.

Program tersebut mencakup pelebaran jalan nasional, perbaikan akses penghubung antarwilayah, serta renovasi pasar tradisional guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Muhammad Fawait menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat. Ia menilai kehadiran Menteri PU secara langsung di lokasi menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam membantu percepatan pemulihan dan pembangunan di daerah.

“Kami optimistis kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat pemulihan infrastruktur serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Jember,” tegasnya.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga membawa harapan baru bagi warga, khususnya masyarakat Desa Pakusari yang selama ini menggantungkan aktivitas sehari-hari pada jembatan tersebut.

Di tengah keterbatasan dan upaya swadaya yang dilakukan warga, perhatian pemerintah pusat menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan akan kembali berjalan.

Harapan masyarakat kini tertuju pada realisasi cepat pembangunan kembali jembatan permanen yang kokoh dan aman, agar denyut kehidupan sosial dan ekonomi di wilayah tersebut dapat pulih sepenuhnya.

Pewarta : didik