Banyuwangi MEMO PAGI.COM
Menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri, aksi kejahatan dengan berbagai modus kembali meningkat. Di Banyuwangi, masyarakat diresahkan oleh dugaan praktik premanisme berkedok wartawan yang menyasar para pengunjung hotel. Kamis (5/2/2026) Sejumlah oknum yang mengaku sebagai insan pers diduga melakukan pengintaian terhadap tamu hotel. Mereka memantau setiap pengunjung yang datang dan memesan kamar, lalu mendatangi atau menghubungi tamu tersebut dengan nada intimidatif.
Modus yang digunakan adalah mengancam akan mempublikasikan kedatangan tamu hotel ke media apabila tidak memberikan sejumlah uang. Aksi tersebut dinilai sangat merugikan dan mencoreng nama baik profesi jurnalis. Wartawan profesional sejatinya bekerja berdasarkan kode etik jurnalistik dan tidak dibenarkan melakukan pemerasan atau intimidasi dalam bentuk apa pun.
Salah satu manajer hotel di Banyuwangi yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya keresahan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak manajemen telah meningkatkan pengawasan di area sekitar hotel, terutama di pintu masuk dan area parkir.
“Kami akan memperketat pengawasan serta berkoordinasi dengan rekan-rekan media resmi, termasuk tim dari pimpinan redaksi Memo Pagi, guna memonitor aktivitas mencurigakan di sekitar hotel. Jika ditemukan unsur pemerasan, kami siap melaporkan kepada pihak kepolisian sebagai bahan penguat,” ujarnya.
Pihak hotel juga mengimbau kepada para tamu agar tidak mudah takut terhadap ancaman dari oknum yang mengaku wartawan tanpa identitas dan kartu pers resmi. Jika menemukan tindakan mencurigakan, tamu diminta segera melapor kepada manajemen hotel atau aparat penegak hukum.
Masyarakat berharap aparat keamanan dapat segera menindak tegas praktik premanisme berkedok profesi tersebut agar situasi tetap aman dan kondusif selama Ramadan. Dengan langkah antisipatif dan kerja sama semua pihak, diharapkan Banyuwangi tetap menjadi daerah yang nyaman bagi warga maupun para pendatang menjelang hari raya.( Tim )