JEMBER, memo-pagi.com – Balai Desa Sidomukti Kecamatan Mayang Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur, menjadi saksi penting terselenggaranya Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Agenda besar yang dibahas adalah pemberian dukungan Kepala Desa terhadap pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sebuah wadah ekonomi kerakyatan yang diharapkan menjadi motor penggerak kesejahteraan warga.
Musdesus ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari Kepala Desa Sidomukti Sunardi Hadi, Pendamping Desa M. Irfan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua dan pengurus Koperasi Merah Putih, para RT/RW, tokoh agama, pemuda, hingga masyarakat umum. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan bahwa koperasi bukanlah milik segelintir orang, melainkan milik seluruh warga yang ingin bersama-sama membangun kemandirian desa.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sidomukti, Sunardi Hadi, menegaskan bahwa dukungan ini berbentuk pinjaman, bukan hibah. Artinya, koperasi harus mengembalikan pinjaman tersebut sesuai dengan perjanjian yang berlaku.
“Operasional koperasi ini termasuk pinjaman, jadi tidak bisa digunakan untuk pengadaan kantor atau sarana prasarana lain. Pinjaman ini murni untuk kebutuhan modal usaha, dan harus dikembalikan dengan tambahan bunga 6% per tahun,” jelasnya di hadapan peserta musyawarah.
Beliau juga memaparkan simulasi pinjaman. Misalnya, jika koperasi mengajukan pinjaman Rp1 miliar, maka bunga 6% per tahun berarti Rp60 juta yang harus dibayar, atau sekitar Rp5 juta per bulan. Dengan skema tenor hingga 72 bulan, koperasi diberi ruang untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Namun, Kepala Desa menegaskan bahwa apabila koperasi mengalami kesulitan membayar cicilan, maka Pemerintah Desa bisa memberikan dukungan hingga maksimal 30% dari Dana Desa, untuk memastikan keberlangsungan usaha tetap berjalan.
Pendamping Desa, M. Irfan, turut menekankan pentingnya proposal bisnis yang jelas dalam setiap pengajuan pinjaman. Hal ini untuk memastikan bahwa dana benar-benar digunakan sesuai kebutuhan dan tidak melenceng dari tujuan awal.
“Kita tidak boleh gegabah. Setiap pencairan harus didasari proposal yang matang, rencana anggaran biaya yang detail, serta rencana usaha yang realistis. Dengan begitu, koperasi bisa benar-benar berjalan dan mampu mengembalikan pinjaman tepat waktu,” tegas Irfan.
Arah Usaha Koperasi Merah Putih
Dalam musyawarah, pengurus koperasi menyampaikan rencana usaha yang akan digarap. Beberapa di antaranya adalah:
Menjadi agen/distributor LPG untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa.
Menyediakan sembako dan kebutuhan pokok lainnya.
Menyediakan pupuk dan sarana pertanian.
Mengembangkan usaha pergudangan dan logistik desa.
Potensi kebutuhan masyarakat Sidomukti yang besar diyakini mampu menopang usaha koperasi. Misalnya, kebutuhan harian LPG yang mencapai ratusan tabung per hari, dapat menjadi peluang ekonomi yang nyata bagi koperasi untuk berkembang dan menghasilkan keuntungan.
Transparansi dan Akuntabilitas
Musdesus ini juga menegaskan pentingnya peran BPD dalam mengawasi dan mengevaluasi jalannya usaha koperasi. Setiap keuntungan yang diperoleh koperasi tidak hanya menjadi milik anggota, tetapi juga memberikan imbal jasa kepada Pemerintah Desa. Minimal 15% dari keuntungan bersih akan masuk ke kas desa sebagai pendapatan sah, yang nantinya bisa digunakan kembali untuk pembangunan.
Dengan mekanisme ini, koperasi tidak hanya menjadi wadah usaha warga, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi desa dalam bentuk pendapatan tambahan.
Semangat Gotong Royong untuk Kemandirian Desa
Musdesus hari itu berjalan hangat. Banyak masukan dan saran yang mengalir dari masyarakat. Semua pihak sepakat bahwa koperasi adalah sarana gotong royong ekonomi yang harus dijaga bersama.
Kepala Desa Sidomukti menutup musyawarah dengan pesan menyentuh:
“Ini bukan tentang pinjamannya saja, tapi tentang tanggung jawab bersama. Koperasi ini milik kita, milik Desa Sidomukti. Kalau kita kelola dengan baik, insyaAllah akan membawa kesejahteraan bagi seluruh warga. Mari kita jaga bersama, kita rawat bersama, agar Sidomukti bisa berdiri mandiri.”
Musdesus ini menorehkan harapan besar: semoga Koperasi Merah Putih menjadi tonggak kemandirian ekonomi Sidomukti, menumbuhkan kepercayaan diri desa, dan memperkuat semangat bersama yang sudah mengakar sejak lama. (dik)