JEMBER, memo-pagi.com – Dunia pelayanan publik kembali tercoreng. Seorang perangkat Desa Slateng, Kecamatan Ledok Ombo, Kabupaten Jember, bernama Saifudin, tertangkap kamera media saat memasuki Hotel Mutiara Garden, di wilayah Kecamatan Pakusari, pada Kamis (14/8/2025) sekitar pukul 11.30 siang — waktu yang seharusnya ia gunakan untuk bekerja melayani masyarakat.
Ironisnya, kejadian ini berlangsung ketika ia masih mengenakan seragam dinas.
Bagi bagian masyarakat, perilaku seperti ini bukan sekadar pelanggaran jam kerja, tapi juga mencoreng wibawa lembaga desa. “Tidak profesional” dan “tidak bermoral” menjadi komentar yang berulang terdengar dari warga, melihat oknum pegawai keluar kantor tanpa izin jelas, apalagi menuju hotel demi “kesenangan sesaat.”
Sebelum memasuki hotel, Saifudin sempat terlihat melakukan panggilan telepon. Tidak diketahui siapa yang dihubungi, namun beberapa menit kemudian ia langsung masuk hotel dengan wajah tertutup masker.
Saat dihubungi melalui telepon WhatsApp keesokan harinya, Saifudin tidak membantah kejadian tersebut. Ia justru meminta agar media menemuinya langsung di Desa Slateng, alih-alih berbicara lewat telepon.
Namun rencana pertemuan di Kampus Universitas Jember yang sempat disepakati, batal dilakukan. Saifudin kemudian “mendelegasikan” urusan ini kepada seorang bernama Agus, yang sampai saat ini belum memberikan penjelasan lanjutan kepada tim investigasi.
Perilaku seperti ini menuntut perhatian serius dari pimpinan desa. Pembinaan, sanksi tegas, dan evaluasi kinerja mutlak diperlukan jika desa ingin mempertahankan kepercayaan publik.
Tanpa itu, citra aparatur desa akan terus merosot, dan masyarakat akan semakin apatis terhadap pemerintahnya.
Kasus ini bukan hanya berpotensi memengaruhi karier Saifudin di pemerintahan desa, tapi juga dapat memicu konflik rumah tangga. Meskipun identitas wanita yang bersamanya belum diungkap, pihak media mengonfirmasi bahwa data dan keterangan lebih lanjut akan diungkap pada berita berikutnya. (Tim)