BEKASI, memo-pagi.com — Sejumlah pedagang di Pasar Tumpah Cikarang mengeluhkan dugaan tindakan pemerasan dan intimidasi yang dilakukan oleh oknum yang mengaku berasal dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Sabtu malam (8/3/2026) dan menimbulkan keresahan di kalangan para pedagang.
Salah seorang pedagang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan bahwa oknum tersebut diduga kerap mendatangi para pedagang pada malam hari untuk meminta sejumlah uang. Kondisi tersebut dinilai sangat memberatkan, terlebih saat situasi pasar sedang sepi akibat hujan.
“Dagangan sedang sepi karena hujan, tetapi oknum tersebut tetap memaksa meminta uang kepada pedagang. Jika tidak diberikan, pedagang dimarahi,” ujar salah satu pedagang saat menyampaikan keluhannya kepada awak media.
Para pedagang mengaku merasa resah dengan adanya tindakan tersebut karena dinilai sebagai bentuk pemerasan yang merugikan mereka. Terlebih, aktivitas penagihan yang dilakukan pada malam hari membuat pedagang merasa tidak nyaman saat berjualan.
Pedagang pun meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta aparat penegak hukum, agar segera turun tangan untuk menertibkan oknum-oknum yang meresahkan tersebut.
“Kami berharap Satpol PP Kabupaten Bekasi dan aparat penegak hukum segera bertindak agar pedagang dapat berjualan dengan aman tanpa adanya tekanan atau pungutan yang tidak jelas,” tambahnya.
Selain itu, beredar sebuah video yang memperlihatkan salah satu oknum yang diduga melakukan intimidasi terhadap pedagang yang sedang merekam kejadian tersebut. Dalam video yang beredar di kalangan pedagang, terdengar oknum tersebut menyampaikan keberatannya saat direkam.
“Jangan taruh di sini, mang, videoinnya. Videonya ke sini saja. Orang BUMDes, tidak apa-apa divideoin,” ujar oknum tersebut dalam rekaman video yang kini beredar di kalangan pedagang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan tindakan oknum yang mengaku berasal dari BUMDes tersebut. Para pedagang berharap adanya tindakan tegas dari pihak berwenang agar praktik serupa tidak kembali terjadi dan para pedagang dapat berjualan dengan aman dan nyaman. (Red)