JEMBER, memo-pagi.com – Kamis, 16 Oktober 2025 menjadi hari penuh makna bagi para guru ngaji di wilayah Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember. Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyalurkan bantuan honor kepada para guru ngaji baik muslim maupun non-muslim yang tersebar di seluruh desa di wilayah tersebut.
Dalam penyampaiannya, Mujiono selalu MKS Kecamatan Pakusari menjelaskan, bahwa total penerima bantuan honor guru ngaji di Kecamatan Pakusari mencapai 299 orang, yang tersebar di 7 desa.
Rinciannya antara lain: Desa Pakusari sebanyak 45 penerima, Desa Sumberpinang sekitar 70 penerima, Desa Jatian sekitar 50 penerima, Desa Kertosari 43 penerima, Desa Bedadung 18 penerima, Desa Subo 34 penerima, dan Desa Patemon sebanyak 29 penerima.
Penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai jadwal di masing-masing desa. Mujiono menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah Kabupaten Jember terhadap para pengajar ilmu agama yang selama ini dengan penuh keikhlasan membimbing generasi muda di pelosok desa.
“Harapan kami kepada para ustadz dan ustadzah penerima honor, agar terus membekali putra-putri di wilayah kita dengan ilmu agama yang kuat. Karena peran guru ngaji bukan hanya mengajar membaca Al-Qur’an, tapi juga menanamkan nilai moral dan akhlak yang akan menjadi bekal hidup anak-anak di masa depan,” ujar Mujiono penuh harap.
Sementara itu, Kepala Desa Pakusari, Misjo, turut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Jember terhadap para guru ngaji di desanya.
“Sebanyak 45 penerima di Desa Pakusari ini adalah bukti kepedulian pemerintah terhadap para ustadz dan ustadzah. Kami berharap para pengasuh, santriwan dan santriwati terus dibimbing agar menjadi generasi berilmu dan berakhlak mulia. Saya, atas nama pemerintah desa dan para kiai, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Misjo menuturkan bahwa para kiai dan guru ngaji sesungguhnya tidak menuntut imbalan materi. Mereka mengajar semata karena mengharap ridha Allah SWT. Namun, perhatian seperti ini menjadi bentuk penghargaan yang sangat bermakna.
“Para kiai tidak pernah menuntut, mereka hanya berharap keberkahan. Tapi ketika ada kepedulian dari pemerintah, tentu kami bersyukur. Ini tanda bahwa perjuangan mereka diakui dan dihargai,” tambah Misjo dengan nada haru.
Selain bantuan honor, kepala desa juga berharap agar kepedulian pemerintah terus berlanjut, termasuk dalam bentuk fisik seperti rehabilitasi musholla, madrasah, atau sarana keagamaan lainnya di wilayah Pakusari.
Tak hanya itu, para guru ngaji juga menyampaikan harapan agar Gus Bupati Jember, Muhammad Fawait, berkenan berkunjung langsung menemui para guru ngaji di desa mereka. “Ada yang tadi menyampaikan, ‘Kangén Gus Bupati’,” ucap Misjo tersenyum.
Salah satu penerima manfaat, Ustadz Rofek, turut mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas program tersebut.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jember. Program ini sangat bagus, bukan hanya karena bantuannya, tapi karena pelaksanaannya juga lebih memudahkan kami. Pengambilannya di kantor desa, jadi para guru ngaji yang sudah sepuh tidak perlu jauh-jauh. Sangat membantu dan terasa dekat,” ungkapnya.
Program bantuan honor guru ngaji ini menjadi bukti nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Jember terhadap pembangunan sumber daya manusia di bidang keagamaan.
Di tengah derasnya arus modernisasi, keberadaan guru ngaji tetap menjadi pilar penting dalam menjaga moralitas, akhlak, dan karakter generasi muda.
Kepedulian seperti ini bukan sekadar pemberian materi, tetapi penghormatan atas pengabdian mereka yang tulus, yang setiap hari menyalakan cahaya ilmu dan iman di tengah kehidupan masyarakat. (dik)