BANGKALAN, memo-pagi.com – Maulid Nabi merupakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal. Dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, KH.Ahmad Fauzi Sakdullah Al-Hafidh,S.S turut mengisi acara maulid Nabi Muhammad SAW Ngaji Bareng dengan tema ” Mentauladani Akhlaq Rasulullah Nabi Muhammad SAW Dalam Hidup Sehari-hari ” yang diadakan oleh Masjid Fathi Syafii Jln.Teuku Umar No.2, Kelurahan Kemayoran,Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan pada hari Jumat,(5/9/2025) pukul.19.30 WIB.
Acara diawali dengan pembacaan Ayat suci Alquran yang dikumandangkan oleh Ustazd Choliq,S.Pi. Sambutan oleh Dr.Hamid Nawawi, Ceramah dan uraian Hikmah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW disampaikan oleh KH.Ahmad Fausi Sakdullah Al-Hafidh,S.S dengan mengambil tema “Mentauladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari.
Dr.Hamid Nawawi dalam sambutannya menyampaikan, Bahwa dalam memperingati maulid Nabi umat Islam dianjurkan untuk membaca doa maulid Nabi Muhammad SAW yang memiliki beberapa keutamaan yang sangat penting bagi umat Islam salah satunya menguatkan kecintaan kita kepada Baginda Nabi besar Muhammad Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Ada lima keistimewaan yang harus kita teladani dan kita hormati dan kita kenang.
1.Menguatkan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad. Membaca doa maulid nabi bagian dari membantu kecintaan kita terhadap nabi Muhammad melalui doa doa ini bagi umat Islam mengenang sejarah kelahiran ,dan kehidupan Rosulullah serta meneladani sifat sifatnya.
2.Mengharapkan safaat dari Nabi Muhammad di hari kiamat. Salah satunya keutamaan besar bagi pembaca doa maulid Nabi Muhammad adalah mendapatkan syafaat di hari kiamat. Umat Islam yang sering membaca sholawat Nabi dengan rasa penuh kecintaan kita kepada Rasulullah akan mendapatkan pertolongan dari beliau di hari kiamat.
3.Umat Islam akan memperoleh pahala yang berlipat ganda. Membaca doa dan bershalawat kepada rasul adalah amal ibadah yang dianjurkan bagi umat muslim . Akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah subhanahu wa ta’ala.
4.Mengikis sifat-sifat yang negatif. Pada saat doa dimulai,umat Islam diajak untuk merenungkan ajaran-ajaran dari Nabi Muhammad dan menerapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, hal ini sangat membantu mengikis sifat-sifat negatif, seperti kebencian, iri hati, dengki dan dendam.
5.Mengukuhkan ukhuwah Islamiah. Membacakan doa maulid nabi sering dilakukan di acara-acara keagamaan yang melibatkan banyak orang,seperti di majelis taklim, juga di masjid masjid dengan tujuan untuk memperkuat ukhuwah islamiyah, serta memperkuat persaudaraan sesama muslim, agar bisa menumbuhkan kebersamaan bagi semua umat Islam.
Pembacaan doa maulid Nabi dan sholawat yang di laksanakan di Masjid Fathi Syafi dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad Rasul shallallahu alaihi wasallam bagi warga masyarakat Kelurahan Kemayoran khususnya Kabupaten Bangkalan semoga mendapatkan rahmat dan hidayah dari Allah SWT, dan kelak mendapatkan syafaat dari baginda Nabi Muhammad sampai Yaumil qiyamah. Tutupnya.
Ngaji bareng bersama KH.Ahmad Fauzi Sakdullah Al-Fathih, dalam ceramahnya, Tujuan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, salah satunya adalah memikirkan ajaran Rasulullah selama hidupnya, dengan belajar lebih banyak tentang Rasulullah, serta mencari cara untuk memperbaiki diri dengan mempelajari sifat-sifat positif dari ajaran-ajaran yang telah dicontohkan Rasulullah.
Pada peringatan Maulid Nabi, salah satu anjuran yang dapat kita lakukan adalah memperbanyak sholawat, padahal sebenarnya sholawat baik dilakukan setiap hari.
Perintah Allah melalui Al-Quran telah menyampaikan bahwa seluruh umat Islam hendaknya senantiasa bersalawat kepada Rasulullah SAW yang terkandung dalam Surat al-Ahzab 33:56 yang artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam hormat kepadanya.” Tutur Kyai Ahmad Sakdullah.
Acara ngaji bareng dan doa bersama dihadiri oleh tokoh agama tokoh masyarakat,tokoh pemuda para santri/wati serta seluruh jamaah Masjid Fathi Syafii dan anak-anak,remaja.bapak-bapak bahkan ibu-ibu juga pada hadir. (Wie)