KRIMINAL

Polisi Berhasil Amankan Dua Residivis Pengedar Okerbaya di Situbondo, Puluhan Ribu Butir Pil Trex Disita

SITUBONDO, memo-pagi.com – Satuan Resnarkoba Polres Situbondo Polda Jatim behasil mengagalkan peredaran obat keras berbahaya (Okerbaya) jenis Pil Trihexyphenidyl (Pil Trex) sebanyak 20.600 butir.

Puluhan ribu Pil Trex ini didapatkan saat melakukan penangkapan terhadap dua orang warga yang diduga sebagai pengedar yakni RF (25) dan SA (33) pada hari Selasa tanggal 2 Januari 2024 sekitar pukul 19.58 wib.

Kapolres Situbondo, AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasat Resnarkoba AKP Muhammad Luthfi, S.H. mengungkapkan penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat adanya transaksi Pil Trex dipinggir jalan raya Kelurahan Mimbaan Kecamatan Panji.

Setelah ditindaklanjuti, Tim Opsnal Satresnarkoba berhasil mengamankan RF berikut barang bukti Pil Trex sebanyak 1000 butir didalam sebuah tas plastik warna hitam terdapat kaleng plastik sebagai tempat penyimpanan Pil Trex tersebut.

Kemudian dilakukan pengembangan, Tim Opsnal Satresnarkoba kembali menangkap satu tersangka lagi yakni SA di sebuah rumah Kos di Jalan Sucipto masuk Kelurahan Dawuhan Kecamatan Situbondo.

Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan 19 bungkus plastik berisi masing-masing 1000 butir Pil Trex dan 6 bungkus plastik masing-masing 100 butir Pil Trex.

“Dari penangkapan kedua tersangka, total Pil Trex yang berhasil disita sebanyak 20.600 butir. Dari RF 1000 butir dan SA 19.600 butir. Kedua tersangka dan barang bukti langsung diamankan ke Mapolres Situbondo” terang AKP Muhammad Luthfi, Rabu (3/1/2024)

Selain barang bukti Pil Trex, lanjut AKP Muhammad Luthfi, Tim Opsnal Satresnarkoba juga menyita barang bukti lainnya berupa 9 bendel plastik klip, 2 buah HP, uang tunai Rp. 800.000,- (delapan ratus ribu rupiah), 3 buah tas plastik dan 1 unit sepeda motor.

Atas perbuatan kedua tersangka dijerat Pasal 436 ayat 1,2 Jo Pasal 145 ayat 1 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

“Ancaman pidananya paling lama dua belas tahun atau pidana denda paling banyak lima miliar rupiah atau setidak-tidaknya pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak lima ratus juta rupiah,” tutup AKP Muhammad Luthfi. (dik)

Recent Posts

  • MEMO PAGI

Kecewa Pelayanan Buruk RSUD Kayuagung, Qiqi Anggota Sat Pol PP OKI Viralkan di Medos

KAYU AGUNG, memo-pagi.com - Qiqi salah satu anak seorang pasien penyakit mata merasa kecewa dengan… Read More

8 jam ago
  • MEMO PAGI

Tk Koper Satgas Yonif 509 Kostrad membagikan Al-Kitab kepada salah satu Tokoh Pemuda di Intan Jaya.

INTAN JAYA, memo-pagi.cim - Dalam rangka memupuk Solidaritas umat beragama, TK Koper Satgas Yonif 509… Read More

9 jam ago
  • MEMO PAGI

Pemkab Luncurkan Implementasi dan Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan

BANGKALAN, memo -pagi.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangkalan, Moh Taufan Zairinsjah, mewakili Penjabat (Pj)… Read More

12 jam ago
  • MEMO PAGI

Pembukaan Jatim Coffee & Trade Fest Di KCM Jember Oleh MAKI Jatim

JEMBER, memo-pagi.com - Luar biasa LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menggelar Jatim Coffee and… Read More

1 hari ago
  • MEMO PAGI

Terkait Pemekaran Desa Jenggawah Masyarakat Datangi DPMD Kabupaten Jember

JEMBER, memo-pagi.com - Setelah musyawarah bersama dan Sesuai arahan Kepala Desa Jenggawah, akhirnya Perwakilan Masyarakat… Read More

1 hari ago
  • MEMO PAGI

Kasus Korupsi Pengadaan Tanah BPWS Di Desa Sukolilo Barat Diduga Adanya Kejanggalan Dalam Kasus Penegakan Hukum

BANGKALAN, memo-pagi.com - Kamis.23 Mei 2024, Dalam permasalahan dugaan kasus korupsi pengadaan tanah BPWS di… Read More

1 hari ago