JEMBER, memo-pagi.com – Pemerintah Kabupaten Jember bekerja sama dengan BKKBN Jawa Timur kembali menghadirkan program Pro Gus’e Peduli Kesehatan. Kegiatan bakti sosial (baksos) kesehatan ini dibuka langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawaid atau yang akrab disapa Gus Bupati, di Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung, pada Sabtu–Minggu (13–14/9/2025).
Program yang difokuskan pada layanan keluarga berencana (KB) ini menyediakan Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP) secara gratis. Kegiatan tersebut berhasil menarik 224 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember.
Masyarakat menyambut positif kegiatan ini karena layanan MOW dan MOP jarang bisa diakses dengan mudah. Kehadiran langsung Gus Bupati di tengah-tengah warga semakin menegaskan komitmen Pemkab Jember untuk hadir dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya, Gus Bupati menekankan pentingnya perluasan akses kesehatan untuk menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta mempercepat penanganan kasus stunting.
“Alhamdulillah hari ini ada 224 orang, baik bapak-bapak maupun emak-emak, yang mengikuti program MOW dan MOP. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama dengan BKKBN Provinsi Jawa Timur, pihak RSD Balung, BUMD rumah sakit milik Pemkab Jember, serta seluruh puskesmas di wilayah Jember,” ujar Gus Bupati.
Lebih lanjut, Gus Bupati menjelaskan bahwa program kesehatan ini tidak menggunakan APBD, melainkan terlaksana berkat partisipasi dan sinergi banyak pihak. Ia juga menyampaikan rencana besar Pemkab Jember dalam memperluas layanan kesehatan ke desa-desa hingga pelosok wilayah.
“InsyaAllah mulai bulan depan ada 1.200 tenaga kesehatan yang akan kami turunkan ke desa-desa, kelurahan, hingga pelosok-pelosok Jember. Mereka akan menjadi garda terdepan dalam menekan angka kematian ibu, angka kematian bayi, serta menangani masalah kesehatan lain,” jelasnya.
Selain itu, Gus Bupati juga menargetkan pada Januari 2026 Pemkab Jember dapat meluncurkan layanan kunjungan rutin ke rumah warga yang menderita penyakit kronis, seperti gagal ginjal dan diabetes. Layanan ini akan disokong dengan infrastruktur kesehatan, termasuk ambulans, yang dipersiapkan untuk menjangkau masyarakat secara merata.
“Tidak boleh lagi di era Jember baru ada warga yang sakit tapi tidak mendapatkan layanan kesehatan layak. Tidak boleh lagi ada ibu hamil yang melahirkan tidak di tempat yang semestinya. Semua warga Jember harus bisa mengakses layanan kesehatan secara adil dan merata,” tegas Gus Bupati.
Di akhir sambutannya, Gus Bupati meminta doa dan dukungan seluruh masyarakat agar program kesehatan ini berjalan lancar dan mampu mengangkat nama Jember di tingkat nasional sebagai daerah dengan inovasi pelayanan publik terbaik. (dik)