PTSL Tahun 2025 Ditunda Masyarakat Desa Mrawan Sempat Kecewa, BPN Memberi Penjelasan Dan Minta Maaf

JEMBER, memo-pagi.com – Masyarakat Desa Mrawan Kecamatan Mayang Kabupaten Jember, sempat memanas juga merasa kecewa tetapi tetap semangat dan sabar menunggu setelah penjelasan dari pegawai BPN.

Pasalnya ratusan masyarakat dengan antusias menghadiri undangan sosialisasi program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ( PTSL ), yang di harapkan selama ini, ternyata ditunda atau dipending sementara.

Pihak BPN Kabupaten Jember, meminta maaf dikarenakan tahun 2025, anggaran di pangkas oleh Kementerian Keuangan mencapai hampir 80%.

Acara diselenggarakan di pendopo Desa, dihadiri oleh Camat Mayang, Babinsa, BPN Wahyu Kepala Desa Salim bersama Perangkat, BPD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Tokoh Pemuda dan RT/RW. Pada selasa (11/2/2025).

Bahwa antusiasnya masyarakat meskipun program di tunda sementara, tetap membentuk panitia atau pokmas penyelengara, guna sewaktu – waktu dibutuhkan sudah siap semua.

Dalam sambutan Wahyu pegawai BPN menjelaskan, kami sudah satu minggu yang lalu melakukan melayangkan surat guna untuk program PTSL tahun 2025.

Terutama penetapan lokasi kami juga sudah siapkan, salah satunya di Kecamatan Mayang yaitu Desa Mrawan dengan Desa Tegalwaru yang belum pernah tersentuh.

Bahwa target PTSL itu diupayakan oleh pemerintah pusat semua tanah yang ada di seluruh wilayah Indonesia sudah terukur, entah itu melalui PTSL atau tidak yang penting diukur diberi batas dengan tujuan mempermudah nantinya pemetaan mencari batas tanah dan posisi lokasi tanah.

Dengan adanya pengukuran masal melalui PTSL seluruh tanah akan diukur semua, jadi bila menanyakan lokasi tanah bisa ke BPN.

Jadi kami berharap kepada masyarakat untuk batas di kasih patok dulu, jika ada proyek PTSL tinggal mengukur.

Lanjut Wahyu, sebenarnya saya mau menyampaikan ini brebes mili (sedih), karena Desa Mrawan sudah direncanakan ikut PTSL pada tahun 2025.

Sampai Januari kemarin masih melekat nama Desa Mrawan, karena pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Sekarang ada efesiensi anggaran, pemangkasan anggaran mencapai hampir 80% untuk PTSL dan pekerjaan yang lain, sebenarnya kami juga kecewa.

Jadi Kami mohon maaf kepada masyarakat Desa Mrawan untuk PTSL ditunda dulu, termasuk desa-desa yang lain juga ditunda dulu.

Sebenarnya tahun ini 2025 Kabupaten Jember rencananya proyek PTSL sebanyak 25 ribu bidang, kita cuma di kasih 7 ribu bidang itupun di utamakan desa-desa lama yang ikut PTSL.

Kami berharap masyarakat jangan terlalu kecewa dan dimulai dari sekarang untuk menata mempersiapkan berkas surat-surat tanah, guna sewaktu-waktu program ini dibuka lagi oleh pemerintah pusat berkas sudah siap.

Sejak tadi saya sangat berat datang kesini karena takut di demo dengan kejadian ini, jadi sekali lagi kami mohon maaf atas tertundanya PTSL. Jelasnya.

Tokoh agama Ra. Mahtum menyampaikan, kami sangat kecewa dengan penundaan program PTSL ini, karena kami sudah berharap dan mempersiapkan dari jauh-jauh hari, saya tetap berusaha dan semangat untuk program ini. Tuturnya.

Kepala Desa Mrawan Salim menambah dengan penundaan PTSL dengan alasan yang di sampaikan oleh BPN jangan terlalu kecewa.

Tentunya pemerintah dalam hal ini melaksanakan komitmenya sesuai dengan anggaran, mungkin anggaran saat ini tidak memungkinkan, apa lagi saat ini dalam masa transisi kepemimpinan.

Kami optimis program ini akan berjalan, jadi masyarakat menyiapkan dulu berkas-berkas apa yang menjadi ketentuan kepemilikan tanah seperti ahli waris dan lain lainya.

Karena PTSL ini terjangkau oleh masyarakat khususnya Desa Mrawan, terkait penundaan pengajuan baru PTSL tahun 2025 bukan hanya di sini tetapi seluruh Desa.

Lanjut Kepala Desa Salim berharap kepada warganya, jangan sampai putus asa ini program pemerintah kita sebagai masyarakat sabar menunggu program tersebut.
Mudah-mudahan lewat do’a kita semua secepatnya terealisasi. Harapnya. (dik)