Reses Anggota DPRD Jember Tabroni Serap Aspirasi Petani Mumbulsari, Infrastruktur Jalan dan Irigasi Jadi Sorotan

JEMBER, memo-pagi.com– Komitmen untuk mendengar langsung suara masyarakat kembali ditunjukkan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember, Tabroni, S.E., M.H., dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Komisi A.

Melalui kegiatan reses masa persidangan ke-1 tahun 2026, ia turun langsung menyerap berbagai aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.

Kegiatan tersebut digelar di Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (10/3/2026).

Reses ini menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dengan masyarakat, khususnya dari daerah pemilihan (Dapil) 4 yang meliputi Kecamatan Silo, Mayang, Mumbulsari, dan Tempurejo.

Suasana pertemuan berlangsung penuh keakraban dan harapan. Hadir dalam kegiatan tersebut para penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta tokoh masyarakat setempat yang datang untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi di lapangan.

Salah satu aspirasi disampaikan oleh Saeri, perwakilan dari Kelompok Tani Sari Tani. Ia menyoroti kondisi jalan penghubung dari Blok Macan menuju Umbul, Mumbulsari yang hingga kini masih sulit dilalui ketika musim hujan.

Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat, khususnya para petani dan pelaku ekonomi kecil di wilayah tersebut.

“Jika hujan turun, jalan dari Blok Macan menuju Umbul tidak bisa dilalui karena berlumpur. Kami memohon agar jalan tersebut dapat dibangun paving dengan lebar sekitar 1,5 meter dan panjang 200 meter.Jika jalan ini diperbaiki, tentu akan sangat membantu kelancaran arus ekonomi masyarakat kecil, khususnya warga Blok Macan dan Umbul,” ujarnya penuh harap.

Selain persoalan jalan, masalah irigasi juga menjadi perhatian serius para petani. Farok, seorang petani dari Mumbulsari, mengungkapkan keluhan terkait saluran sungai yang mengalir dari Desa Karang Kedawung menuju area persawahan di desanya.

Ia menjelaskan bahwa saluran tersebut selama ini mengairi sekitar 40 hektare lahan sawah, namun dalam tiga tahun terakhir kondisi aliran air semakin tidak menentu.

“Normalisasi saluran sungai terhambat. Saat musim kemarau, air dari hulu dialirkan untuk tanaman rumput gajah, sehingga kami di wilayah hilir, termasuk di sekitar dam depan Koramil, tidak mendapatkan bagian air. Akibatnya, petani di sini hanya bisa menanam tebu atau jagung seperti lahan tadah hujan,” ungkapnya.

Faruk berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat segera meninjau langsung lokasi tersebut agar permasalahan irigasi dapat diperbaiki sehingga petani kembali bisa menanam padi secara optimal.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Tabroni menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan momentum penting bagi anggota dewan untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Hari ini kami menyerap aspirasi masyarakat di Kecamatan Mumbulsari. Kami mendengarkan langsung berbagai keluhan mereka, terutama terkait perbaikan infrastruktur seperti jalan dan saluran sungai,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak akan berhenti pada forum reses saja, melainkan akan ditindaklanjuti melalui mekanisme yang ada di DPRD.

“Insyaallah dalam waktu dekat kami akan meninjau langsung lokasi yang disampaikan masyarakat. Aspirasi ini akan kami sampaikan kepada pemerintah daerah melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD, karena program tersebut memang sangat dibutuhkan masyarakat. Kami berharap tahun ini sudah bisa masuk dalam pembahasan APBD,” tambahnya.

Reses ini menjadi bukti bahwa sinergi antara wakil rakyat dan masyarakat sangat penting dalam membangun daerah.

Melalui dialog terbuka seperti ini, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat disampaikan secara langsung, sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Bagi masyarakat Mumbulsari, harapan kini tertuju pada realisasi pembangunan infrastruktur yang mereka dambakan.

Jalan yang layak dan irigasi yang lancar bukan sekadar fasilitas, tetapi menjadi penopang utama kehidupan petani serta penggerak roda ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Pewarta : didik