Revitalisasi 124 Sekolah di Jember Diresmikan Mendikdasmen, Pemkab Ajukan 387 Lembaga untuk Program Lanjutan 2026

JEMBER, memo-pagi.com – Komitmen penguatan mutu pendidikan nasional kembali ditegaskan melalui peresmian revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Jember yang dipusatkan di SMP Negeri 1 Balung, Sabtu (21/2/2026).

Momentum ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Jember dalam mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan, sekaligus mengajukan program lanjutan untuk tahun 2026.

Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, bersama Bupati Jember, Gus Fawait, di hadapan jajaran pejabat kementerian, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pengawas sekolah, direktur rumah sakit daerah, serta para kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem pendidikan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Program revitalisasi yang diresmikan tahun ini mencakup 124 satuan pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga SMK.

Dari jumlah tersebut, alokasi terbesar diberikan kepada SMP Negeri 1 Balung sebesar Rp4,2 miliar, yang difokuskan pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran.

Kepala SMP Negeri 1 Balung, M. Rohiem, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi pendidikan di Jember.

Menurutnya, revitalisasi ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan representatif bagi peserta didik.

Revitalisasi sekolah merupakan bagian dari program prioritas nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dalam rangka penguatan mutu pendidikan melalui peningkatan infrastruktur.

Pemerintah menempatkan pendidikan sebagai investasi jangka panjang yang menentukan daya saing dan kemajuan bangsa.

Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pada tahun 2025 pemerintah telah menyelesaikan revitalisasi 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dengan capaian 100 persen.

“Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia belajar di ruang yang layak dan bermutu. Tahun 2026 proses revitalisasi terus berjalan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini sekitar 11.470 satuan pendidikan telah tercantum dalam APBN 2026. Pemerintah juga tengah mengajukan tambahan anggaran untuk 60.000 satuan pendidikan lainnya.

Apabila disetujui, target revitalisasi nasional pada 2026 diproyeksikan mencapai lebih dari 71.000 satuan pendidikan.

Menteri Abdul Mu’ti berharap, sebelum 2029 seluruh sekolah di Indonesia dapat tersentuh program revitalisasi secara bertahap. Untuk tahun 2026, pelaksanaan program akan menggunakan sistem swakelola oleh masing-masing sekolah.

Berdasarkan kajian kementerian, pendekatan swakelola dinilai mampu mempercepat proses pembangunan sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat sekitar.

Material pembangunan diutamakan dari penyedia lokal, dan tenaga kerja melibatkan warga setempat.

“Program ini bukan sekadar memperbaiki gedung, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi daerah. Pemerintah tidak pernah mengabaikan kualitas pendidikan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Jember, Gus Fawait, memaparkan bahwa tantangan pendidikan di daerahnya masih cukup besar.

Sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Jawa Timur, Jember juga menghadapi persoalan kemiskinan yang signifikan, termasuk angka kemiskinan ekstrem yang tinggi di tingkat provinsi.

Pada awal masa jabatannya, tercatat sebanyak 1.532 gedung sekolah di Kabupaten Jember dalam kondisi rusak berat, di luar kategori rusak ringan dan sedang. Kondisi tersebut tidak memungkinkan diselesaikan hanya melalui APBD.

“Kami memandang pendidikan sebagai jalan strategis untuk memutus rantai kemiskinan.Karena itu, kami melakukan pembenahan data Dapodik secara objektif dan transparan.Jika rusak, dilaporkan rusak. Kejujuran data menjadi kunci agar kebijakan tepat sasaran,” ujarnya.

Langkah pembaruan dan validasi data tersebut membuahkan hasil. Pada 2025,Kabupaten Jember memperoleh alokasi revitalisasi terbesar sepanjang sejarah daerah, dengan 124 sekolah mendapatkan bantuan perbaikan.

Untuk tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Jember kembali mengajukan lebih dari 300 sekolah dalam kategori rusak berat dan ringan agar dapat masuk dalam program revitalisasi lanjutan.

Secara keseluruhan, sekitar 387 lembaga pendidikan telah diusulkan ke kementerian, termasuk sekolah-sekolah yang terdampak bencana.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Muhammad Rido’i, S.Pd., menyampaikan bahwa capaian revitalisasi tahun 2025 merupakan hasil koordinasi dan komunikasi intensif antara pemerintah daerah dan pusat.

Namun, ia mengakui masih banyak satuan pendidikan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

“Atas arahan Bupati Jember, kami terus mengusulkan program revitalisasi untuk tahun 2026.

Total sekitar 387 lembaga telah diajukan, dan tambahan pengajuan sekolah yang terdampak bencana. Kami berharap dukungan pemerintah pusat dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Bupati Jember menegaskan bahwa peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penurunan angka kemiskinan hanya dapat dicapai melalui investasi berkelanjutan di sektor pendidikan.

Revitalisasi sekolah bukan sekadar proyek fisik, melainkan fondasi pembentukan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Di tengah tantangan sosial dan ekonomi, langkah revitalisasi ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Dari ruang-ruang kelas yang diperbaiki, harapan baru bagi masa depan generasi Jember terus tumbuh dan diperkuat.
Pewarta: Didik