Rumah Ketua PAC Gerindra Kecamatan Silo Diteror Petasan, Keluarga Merasa Terancam dan Harapkan Perlindungan Hukum

JEMBER, memo-pagi.com– Suasana tenang di Dusun Karang Baru, Desa Silo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur mendadak berubah mencekam setelah kediaman Ketua PAC Partai Gerindra Kecamatan Silo, Harry Tan Bosche, diteror oleh orang tidak dikenal menggunakan petasan berkekuatan besar pada Minggu (22/6/2026) dini hari sekitar pukul 01.15 WIB.

Peristiwa yang mengejutkan tersebut tidak hanya menimbulkan kerusakan pada bangunan rumah, tetapi juga menimbulkan trauma dan kekhawatiran mendalam bagi keluarga korban.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, dampak psikologis yang ditinggalkan menjadi perhatian serius bagi keluarga yang merasa keselamatannya terancam.

Menurut informasi yang dihimpun, ledakan petasan tersebut menghantam bagian pintu depan rumah hingga menyebabkan lubang besar yang menembus dinding berbahan kalsiboard.

Kekuatan ledakan bahkan mencapai bagian dapur rumah tetangga yang berada di belakang bangunan. Tidak hanya itu, percikan api yang ditimbulkan juga menyebabkan kandang ayam di sekitar lokasi mengalami kebakaran.

Rumah yang menjadi sasaran teror tersebut diketahui selama ini juga digunakan sebagai posko pendukung rencana pembangunan Yonf TP di wilayah Kecamatan Silo yang kegiatannya mendata petani terdampak di lahan petak 1,2,3,dan 15 guna dicarikan lahan pengganti agar supaya tidak dirugikan dengan adanya rencana pembangunan Yonif TP tersebut.

Karena itu, kejadian ini menimbulkan berbagai spekulasi dan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait motif pelaku yang hingga kini masih belum diketahui.

Harry Tan Bosche menceritakan detik-detik sebelum kejadian. Saat itu dirinya bersama sang istri masih duduk santai di depan rumah hingga sekitar pukul 01.00 WIB. Setelah merasa larut malam, keduanya memutuskan masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.

“Kurang lebih sekitar pukul 01.15 WIB, tiba-tiba terdengar ledakan sangat keras. Petasan atau kembang api berukuran besar menghantam bagian depan rumah kami. Pintu depan rusak parah dan ledakannya menembus dinding hingga mengenai dapur tetangga. Bahkan kandang ayam di sekitar rumah juga sempat terbakar,” ungkap Harry saat memberikan keterangan.

Meski bersyukur tidak ada korban jiwa, Harry mengaku masih dihantui rasa takut. Ia khawatir kejadian serupa dapat kembali terjadi, terlebih beredar isu yang menyebutkan kemungkinan adanya tindakan yang lebih besar di kemudian hari.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun yang sangat saya khawatirkan adalah keselamatan keluarga saya. Ada isu yang berkembang bahwa akan ada kejadian yang lebih besar. Tentu sebagai kepala keluarga saya merasa cemas dan takut jika ancaman seperti ini kembali terjadi,” ujarnya dengan nada penuh keprihatinan.

Lebih lanjut, Harry berharap aparat penegak hukum dapat segera mengusut tuntas kasus tersebut, mengidentifikasi pelaku, serta memberikan perlindungan kepada dirinya dan keluarga.

Menurutnya, tindakan teror dalam bentuk apa pun tidak boleh dibiarkan karena dapat menciptakan rasa takut di tengah masyarakat.

“Kami berharap pihak kepolisian dapat bertindak tegas, mengungkap siapa pelaku di balik kejadian ini, dan memberikan jaminan keamanan bagi keluarga kami. Jangan sampai peristiwa seperti ini terulang kembali atau bahkan berkembang menjadi ancaman yang lebih besar,” tegasnya.

Peristiwa ini pun menjadi perhatian warga sekitar. Selain merusak rumah korban, ledakan yang terjadi pada tengah malam tersebut sempat membuat warga sekitar panik dan keluar rumah untuk mengetahui sumber suara ledakan. Banyak warga mengaku terkejut karena suara ledakan terdengar sangat keras dan tidak biasa.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat harus terus dijaga bersama.

Teror, intimidasi, maupun tindakan yang berpotensi mengancam keselamatan warga tidak boleh mendapat ruang dalam kehidupan bermasyarakat. Masyarakat kini berharap aparat terkait dapat segera mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut sehingga rasa aman dapat kembali dirasakan oleh seluruh warga Kecamatan Silo. (dik)