JEMBER, memo-pagi.com– Semangat juang dan dedikasi tinggi kembali ditunjukkan oleh para atlet Jember Marching Band (JMB) yang terus mematangkan persiapan teknis maupun fisik guna menghadapi kalender kompetisi internasional yang padat sepanjang tahun 2026.
Tekad besar untuk membawa nama Kabupaten Jember dan Indonesia ke panggung dunia menjadi motivasi utama para atlet muda tersebut dalam menjalani setiap tahapan latihan yang semakin intensif. Komitmen ini terlihat jelas dalam momentum buka puasa bersama yang digelar pada Sabtu (14/3/2026).
Dalam suasana penuh kebersamaan tersebut, Ketua JMB H. Tri Basuki menyampaikan bahwa seluruh atlet saat ini sedang berada pada fase latihan yang sangat menentukan.
Ia menggambarkan situasi yang dihadapi tim sebagai perjuangan besar “melawan waktu” demi mencapai performa terbaik sebelum mengikuti berbagai ajang kompetisi bergengsi.
Menurut Tri Basuki, sejak awal triwulan pertama tahun 2026, program latihan JMB telah mengalami peningkatan intensitas yang cukup signifikan.
Latihan tidak hanya menitikberatkan pada teknik bermusik dan formasi lapangan, tetapi juga pada penguatan fisik para atlet yang menjadi fondasi utama dalam performa marching band tingkat internasional.
Saat ini, fokus latihan dibagi ke dalam dua kelompok besar yang memiliki target berbeda namun sama pentingnya. Kelompok pertama adalah Tim Porprov yang dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi.
Tim ini menjalani program pembinaan jangka panjang selama satu setengah tahun ke depan dengan prioritas utama pada peningkatan kekuatan fisik, stamina, serta teknik jalan cepat yang menjadi elemen penting dalam formasi marching band modern.
Sementara itu, kelompok kedua adalah Tim Asian Music Games (AMG) yang telah menunjukkan perkembangan positif.
Tim ini bahkan telah berhasil menyelesaikan target awal berupa paket musik yang akan ditampilkan dalam kompetisi, meskipun saat ini baru mencakup satu lagu utama sebagai dasar koreografi dan formasi.
“Target musik sudah mulai terbentuk. Meski masih satu lagu utama, ini menjadi pondasi penting untuk pengembangan paket pertunjukan yang lebih kompleks ke depan,” jelas Tri Basuki.
Menariknya, meskipun sedang berada di bulan suci Ramadan, semangat para atlet tidak surut sedikit pun. Jadwal latihan tetap berjalan secara konsisten setiap hari, kecuali Senin.
Latihan dilaksanakan pada malam hari mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB, setelah para atlet menjalankan ibadah puasa dan salat tarawih.
Program ini dirancang khusus agar kondisi fisik para atlet tetap terjaga sekaligus mampu mengejar target kebugaran yang telah ditetapkan oleh tim pelatih.
“Latihan di bulan Ramadan justru menjadi ujian mental dan kedisiplinan bagi para atlet. Ini bukan hanya soal fisik, tetapi juga komitmen dan semangat juang,” ujar Tri Basuki.
Dalam kesempatan tersebut, Tri Basuki juga memberikan klarifikasi terkait berbagai informasi yang berkembang di masyarakat mengenai keikutsertaan JMB dalam Asian Music Games yang akan digelar di Malaysia.
Ia menegaskan bahwa ajang tersebut bukan sekadar kegiatan latihan bersama seperti yang sempat disalahpahami oleh sebagian pihak.
Menurutnya, Asian Music Games merupakan kompetisi internasional bergengsi yang sekaligus menjadi bagian dari proses seleksi menuju level kompetisi yang lebih tinggi, bahkan dikaitkan dengan jalur menuju Olimpiade dalam dunia marching band.
“Perlu kami luruskan, Asian Music Games bukan sekadar latihan bersama. Ini adalah ajang seleksi yang sangat bergengsi. Sistemnya bukan undangan, melainkan pendaftaran melalui HOBI (Himpunan Orkes Marching Band Indonesia),” tegasnya.
Proses seleksi tersebut, lanjut Tri Basuki, dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan berbagai aspek penting.
Tidak hanya kualitas teknis penampilan, tetapi juga kesiapan organisasi, dukungan finansial, serta dukungan dari pemerintah daerah.
Hal ini karena setiap negara hanya diperbolehkan mengirimkan dua unit marching band terbaik untuk mewakili negaranya.
Dengan standar seleksi yang tinggi tersebut, keberhasilan JMB untuk ikut serta dalam kompetisi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jember.
Dalam rangka memaksimalkan kualitas latihan, JMB juga merencanakan ekspansi lokasi latihan mulai bulan April mendatang.
Seluruh kegiatan latihan akan dipusatkan di kawasan Jember Sport Garden (JSG) yang memiliki fasilitas lapangan berskala stadion.
Pemindahan lokasi latihan ini memiliki beberapa tujuan strategis. Salah satunya adalah untuk membantu para atlet beradaptasi dengan arena pertandingan yang lebih luas dan berstandar internasional.
Tim Porprov dijadwalkan akan menggunakan fasilitas tersebut pada hari Sabtu dan Minggu, sedangkan tim AMG akan menjalani latihan intensif pada Selasa hingga Minggu.
Selain untuk kepentingan teknis, keberadaan JMB di JSG juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kehadiran para atlet yang berlatih di ruang publik akan turut meramaikan program Olahraga Sore Masyarakat (OSMA) yang tengah digalakkan di kawasan tersebut.
Dengan persiapan yang matang dan semangat kolektif yang terus terjaga, JMB menatap optimisme besar dalam menghadapi kompetisi internasional yang akan mempertemukan mereka dengan tim-tim terbaik dari berbagai negara.
Tidak kurang dari 18 negara diperkirakan akan ikut berpartisipasi dalam ajang Asian Music Games, termasuk negara-negara kuat dalam dunia marching band seperti Jepang dan Thailand.
Persaingan tentu akan berlangsung sangat ketat, namun hal tersebut justru menjadi motivasi tambahan bagi para atlet JMB untuk terus meningkatkan kualitas penampilan mereka.
Tri Basuki berharap seluruh upaya keras yang telah dilakukan selama ini dapat berbuah manis dan mampu mengharumkan nama Kabupaten Jember di kancah internasional.
Lebih jauh lagi, Jember bahkan direncanakan akan menjadi tuan rumah Eksibisi Pra-Olimpiade, sebagai bagian dari rangkaian sirkuit Asian Music Games di masa mendatang.
Jika rencana tersebut terealisasi, maka Jember akan semakin dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan marching band di Indonesia.
“Ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang kebanggaan daerah dan bangsa. Kami ingin Jember dikenal dunia melalui prestasi seni dan olahraga marching band,” pungkasnya penuh harap.
Dengan semangat kebersamaan, disiplin latihan, dan dukungan masyarakat, perjalanan Jember Marching Band menuju panggung dunia kini semakin nyata. Sebuah perjuangan panjang yang lahir dari kerja keras, ketekunan, dan mimpi besar untuk mengibarkan nama Indonesia di pentas internasional. (Red)