JEMBER MEMO PAGI.COM>>Warga Kelurahan Kaliwates digegerkan oleh dugaan skandal perselingkuhan yang melibatkan dua oknum staf kelurahan. Keduanya diduga tertangkap keluar dari Hotel Arwana Gebang Taman pada saat jam dinas, memicu berbagai spekulasi dan perbincangan di tengah masyarakat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, seorang pria berinisial F yang diketahui merupakan staf kelurahan terlihat keluar dari Hotel Arwana bersama seorang wanita berinisial D yang juga bekerja di kelurahan tersebut. Keduanya terlihat meninggalkan lokasi dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna hitam merah dengan nomor polisi P 6215 GE pada jumat(6/2/2026). Peristiwa tersebut kemudian menjadi sorotan karena terjadi pada saat jam kerja.
Ketika dikonfirmasi oleh pihak media kejadian tersebut, keduanya tidak membantah telah boking kamar di hotel tersebut, F menjelaskan bahwa awalnya dirinya keluar untuk membagikan kupon santunan kepada anak yatim. Namun ia juga mengakui sempat berada di hotel tersebut dengan alasan hanya untuk beristirahat.
“Awalnya saya keluar untuk memberikan kupon santunan kepada anak yatim. Soal berada di hotel itu hanya sebatas istirahat saja ” jelas F saat dimintai keterangan. Sementara itu, D saat dikonfirmasi juga memberikan keterangan yang berbeda. Ia mengakui pernah melakukan perbuatan tidak senonoh dengan F, namun menurutnya hal tersebut hanya terjadi satu kali.
“Memang pernah satu kali melakukan perbuatan yang tidak senonoh dengan Pak “F,” ungkap D, adanya perbedaan keterangan antara keduanya membuat kasus ini semakin menjadi perbincangan di kalangan warga.
Meski demikian, terkait keberadaan mereka di Hotel Arwana, keduanya tidak membantah. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa keduanya memang sering terlihat akrab ketika berkomunikasi, sehingga memunculkan kecurigaan dari sebagian masyarakat.
“Memang kalau keduanya berkomunikasi terlihat sangat akrab dan lama. Dari dulu sudah banyak yang curiga,” ujar warga tersebut.
Hingga saat ini, peristiwa tersebut masih menjadi bahan pembicaraan masyarakat sekitar. Warga berharap pihak terkait dapat memberikan klarifikasi lebih lanjut agar tidak menimbulkan spekulasi negatif yang semakin meluas di tengah masyarakat.(Tim).