JEMBER, memo-pagi.com — Suasana penuh semangat dan antusiasme mewarnai halaman SMPN 2 Wuluhan, Kabupaten Jember, pada Sabtu (1/11/2025).
Sekolah ini kembali menyelenggarakan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pemilos) untuk periode 2024–2025 dengan terobosan baru: sistem e-voting. Sebanyak 502 suara dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan turut ambil bagian dalam pesta demokrasi sekolah tersebut, memilih satu dari dua pasangan calon terbaik.
Dua pasangan kandidat yang bersaing dalam Pemilos kali ini yakni:
Alfiano Anugrah Ramadhan – Siti Aisah (nomor urut 1)
Mely Widia Pitri – Lailatul Anuria (nomor urut 2)
Penerapan sistem e-voting menjadi langkah maju dalam upaya digitalisasi kegiatan sekolah. Selain mempercepat proses pemungutan suara, sistem ini juga diharapkan mampu menjamin transparansi, akurasi, dan kejujuran hasil pemilihan, sehingga siswa dapat belajar tentang praktik demokrasi yang jujur dan modern sejak dini.
Kepala SMPN 2 Wuluhan, Muhammad Ridoi, menyampaikan bahwa pelaksanaan Pemilos berbasis e-voting merupakan bentuk adaptasi sekolah terhadap perkembangan teknologi sekaligus sarana pembelajaran demokrasi bagi peserta didik.
“Kami berharap Pemilos tahun ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk memahami arti penting demokrasi dan tanggung jawab dalam memilih pemimpin. Dari proses ini, mereka belajar bahwa setiap suara memiliki makna besar bagi masa depan organisasi OSIS, yang nantinya akan berperan penting dalam kemajuan sekolah,” ujar Ridoi.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa Pemilos e-voting tidak sekadar inovasi teknis, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan.
“Melalui kegiatan ini, siswa bisa belajar langsung praktik berdemokrasi secara jujur dan bertanggung jawab. Siapa tahu di antara mereka kelak akan menjadi tokoh-tokoh bangsa yang ikut menentukan arah masa depan negeri ini,” tambahnya penuh harap.
Menariknya, pelaksanaan e-voting di SMPN 2 Wuluhan ini juga memanfaatkan bantuan Interactive Flat Panel (IFP) dari pemerintah pusat melalui Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Perangkat tersebut digunakan untuk mendukung kelancaran kegiatan digitalisasi sekolah, termasuk dalam pelaksanaan Pemilos.
“Dengan adanya dukungan fasilitas IFP ini, kami ingin membuktikan bahwa digitalisasi pendidikan, termasuk sistem e-voting, bukanlah sesuatu yang rumit. Justru ini menjadi wujud nyata kemajuan sekolah menuju era modern,” pungkas Kepala Sekolah.
Hasil pemungutan suara akan diumumkan pada tahapan Pemilos selanjutnya, dan pasangan terpilih akan dilantik secara resmi dalam upacara sekolah. Kegiatan ini bukan sekadar pemilihan, tetapi juga wujud nyata pembelajaran demokrasi, literasi digital, dan partisipasi aktif siswa dalam kehidupan berorganisasi—sebuah langkah kecil namun bermakna menuju masa depan generasi muda yang cerdas, jujur, dan berintegritas.
Pewarta : didik