JEMBER, memo-pagi.com– Pemerintah Kabupaten Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun desa melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan tinggi. Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., secara resmi melepas sebanyak 3.000 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif V Tahun 2026 yang berasal dari 17 perguruan tinggi di Kabupaten Jember, Minggu (19/7/2026).
Mengusung tema “Desa Cinta: Desa Cerdas, Inklusif, dan Tangguh”, para mahasiswa akan diterjunkan selama 35 hari di 248 desa dan kelurahan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jember.
Kehadiran mereka diharapkan mampu menjadi energi baru dalam mendukung pembangunan desa sekaligus mempercepat upaya penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Jember.
Acara pelepasan berlangsung penuh semangat dan dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, kepala desa, lurah, serta rektor dari 17 perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam program KKN Kolaboratif V Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait mengajak seluruh mahasiswa untuk memanfaatkan momentum KKN sebagai pengalaman berharga yang tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan, empati, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Menurutnya, masa kuliah merupakan fase yang penuh kenangan, terlebih ketika mahasiswa menjalani KKN yang memberikan kesempatan hidup bersama masyarakat dan belajar langsung dari realitas di lapangan.
“Masa yang paling indah adalah saat masih bersekolah dan kuliah, terutama ketika mengikuti KKN. Di sana adik-adik tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mendapatkan pengalaman hidup yang berharga. Bahkan, tidak sedikit yang menemukan pasangan hidupnya saat KKN,” ujar Gus Fawait yang disambut gelak tawa ribuan peserta.
Namun di balik suasana hangat tersebut, Gus Fawait menyampaikan pesan yang penuh makna. Ia menyoroti fakta bahwa Kabupaten Jember memiliki 31 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, tetapi masih menghadapi tantangan besar berupa tingginya angka kemiskinan.
Kondisi ini, menurutnya, menjadi tanggung jawab bersama yang harus dijawab melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kehadiran ribuan mahasiswa di desa-desa tidak boleh sekadar menjalankan kewajiban akademik. Lebih dari itu, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan gagasan kreatif, inovasi, pendampingan masyarakat, hingga solusi nyata yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.
Program KKN Kolaboratif V, lanjutnya, merupakan ruang kolaborasi yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa menjadi jembatan yang menghubungkan inovasi kampus dengan persoalan riil yang dihadapi masyarakat desa.
“Melalui KKN Kolaboratif V dengan semangat Desa Cinta, Desa Cerdas, Desa Inklusif, dan Desa Tangguh, kita harus menjadikannya sebagai gerakan nyata untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Jember,” tegas Gus Fawait.
Tema Desa Cinta sendiri mencerminkan semangat membangun desa yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan kelompok rentan, peningkatan literasi, pemanfaatan teknologi, hingga pengembangan potensi lokal yang dimiliki setiap desa.
Melalui pendekatan tersebut, diharapkan desa-desa di Kabupaten Jember mampu tumbuh menjadi desa yang cerdas dalam mengelola potensi, inklusif dalam memberikan ruang bagi seluruh lapisan masyarakat, serta tangguh menghadapi berbagai tantangan sosial maupun ekonomi.
KKN Kolaboratif V Tahun 2026 juga menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah.
Dibutuhkan kolaborasi yang erat dengan perguruan tinggi sebagai pusat lahirnya ilmu pengetahuan, inovasi, dan generasi muda yang memiliki semangat pengabdian.
Selama 35 hari mendatang, ribuan mahasiswa akan hidup berdampingan dengan masyarakat, mendengar berbagai persoalan secara langsung, sekaligus berupaya memberikan kontribusi terbaik melalui program-program pemberdayaan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing desa.
Melalui langkah bersama ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap KKN Kolaboratif V tidak hanya menjadi bagian dari proses pendidikan mahasiswa, tetapi juga menjadi gerakan sosial yang mampu meninggalkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dari desa akan lahir berbagai inovasi, semangat gotong royong semakin diperkuat, dan harapan baru untuk mewujudkan Jember yang lebih maju, sejahtera, serta terbebas dari kemiskinan dapat terus diwujudkan melalui kolaborasi semua pihak. (dik)