Bupati Jember Minta Kader Posyandu dan RT/RW Gencarkan Sosialisasi Homecare, Layanan Kesehatan Gratis Datang Langsung ke Rumah Warga

JEMBER, memo-pagi.com – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait mengajak seluruh kader Posyandu, ketua RT, dan RW menjadi garda terdepan dalam menyosialisasikan Program Homecare Jember, layanan kesehatan gratis yang menghadirkan tenaga medis langsung ke rumah warga kurang mampu yang mengalami keterbatasan untuk berobat ke fasilitas kesehatan.

Ajakan tersebut disampaikan Gus Fawait saat menghadiri silaturahmi bersama kader Posyandu serta pengurus RT dan RW di Balai Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Senin (28/7/2026) sore.

Menurutnya, keberhasilan Program Homecare tidak hanya ditentukan oleh kesiapan tenaga kesehatan, tetapi juga dukungan para pilar masyarakat yang memahami kondisi warganya secara langsung.

“Saya menitipkan amanat penting ini kepada panjenengan semua, para kader Posyandu serta ketua RT dan RW. Tolong sampaikan kepada warga kita yang kurang mampu, bahwa sekarang Pemkab Jember punya layanan Homecare. Jika ada tetangga kita yang sakit parah atau kesulitan berobat ke puskesmas, tim medis yang akan datang langsung merawat di rumah mereka,” ujar Gus Fawait.

Program Homecare Jember merupakan inovasi Pemerintah Kabupaten Jember untuk memastikan masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera, tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang layak tanpa harus datang ke puskesmas atau rumah sakit.

Layanan ini ditujukan bagi warga yang mengalami keterbatasan mobilitas, menderita penyakit kronis, maupun kelompok rentan yang membutuhkan pendampingan medis secara berkala di rumah.

Untuk mengakses layanan tersebut, masyarakat dapat mengajukan permohonan melalui kanal pengaduan Wadul Gus’e atau menghubungi Hotline Homecare di puskesmas sesuai wilayah domisili.

Gus Fawait menjelaskan, setiap permohonan yang masuk akan melalui proses verifikasi oleh petugas kesehatan agar bantuan diberikan secara tepat sasaran.

Tahapan tersebut meliputi pencocokan data administrasi, survei lapangan, hingga pemeriksaan atau screening medis terhadap calon penerima layanan.

Adapun kelompok prioritas penerima manfaat Homecare meliputi warga kurang mampu yang menderita penyakit kronis atau menahun, balita yang berisiko stunting, ibu hamil dan ibu nifas dengan risiko tinggi, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan medis lainnya.

Tim Medis Datang Lengkap dengan Peralatan dan Telemedicine, apabila dinyatakan memenuhi syarat, tim kesehatan dari puskesmas akan menjadwalkan kunjungan rutin ke rumah pasien.

Tim tersebut terdiri atas perawat, bidan, nutrisionis atau ahli gizi, serta tenaga kesehatan lainnya yang membawa peralatan medis dan obat-obatan sesuai kebutuhan pasien.

Menariknya, program ini juga didukung fasilitas telemedicine, sehingga petugas kesehatan dapat berkonsultasi secara langsung dengan dokter umum di puskesmas maupun dokter spesialis di RSUD apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Selain memberikan pemeriksaan dan pengobatan, tenaga kesehatan juga membimbing keluarga pasien agar mampu melakukan perawatan mandiri di rumah sehingga proses pemulihan dapat berlangsung lebih optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait juga meminta kader Posyandu serta pengurus RT dan RW membantu masyarakat menyiapkan dokumen administrasi yang dibutuhkan, seperti fotokopi KTP, Kartu Keluarga (KK), nomor WhatsApp aktif, serta salinan rekam medis atau riwayat penyakit apabila tersedia.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan perangkat lingkungan menjadi kunci agar layanan Homecare dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Melalui kolaborasi erat bersama kader Posyandu dan pengurus RT/RW dalam menyosialisasikan program dokter keluarga ini, kami optimistis derajat kesehatan serta kualitas pelayanan publik di Kabupaten Jember dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Gus Fawait.

Program Homecare menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Dengan menghadirkan tenaga medis langsung ke rumah pasien, Pemkab Jember berharap tidak ada lagi warga yang terlambat mendapatkan penanganan medis hanya karena keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan. (dik)