JEMBER, memo-pagi.com– Pemerintah Kabupaten Jember terus menghadirkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Salah satu terobosan terbaru adalah Home Care Jember, inovasi layanan kesehatan jemput bola yang diluncurkan pada Juli 2026 dan disebut sebagai program pertama di Indonesia.
Kehadiran program ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Jember dalam memperluas akses pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, dan merata hingga ke pelosok desa.
Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang digelar di Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (29/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., atau yang akrab disapa Gus Fawait, turut menyosialisasikan manfaat Home Care kepada masyarakat.
Kegiatan berlangsung meriah dengan dihadiri lebih dari seribu guru ngaji dan kelompok pengajian. Selain menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai program prioritas daerah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan pengentasan kemiskinan.
Sebelum menghadiri pertemuan bersama para guru ngaji, Gus Fawait lebih dahulu memimpin pelaksanaan layanan Home Care di Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji.
Di desa tersebut, tim kesehatan mendatangi langsung rumah-rumah warga yang membutuhkan pelayanan medis, terutama masyarakat miskin, lanjut usia, ibu hamil berisiko tinggi, serta balita yang memerlukan pemantauan kesehatan.
Menurut Gus Fawait, Home Care bukan sekadar program pelayanan kesehatan biasa, melainkan sebuah gerakan kemanusiaan yang menghadirkan negara di tengah masyarakat.
Melalui layanan ini, warga yang mengalami kesulitan mengakses fasilitas kesehatan tidak lagi harus datang ke rumah sakit atau puskesmas, karena tenaga kesehatan akan mendatangi mereka secara langsung.
Program Home Care Jember juga menjadi implementasi nyata Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto, yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Di sisi lain, program ini turut mendukung Asta Cita ke-6, yaitu membangun Indonesia dari desa dan dari bawah melalui pemerataan layanan dasar, penguatan ekonomi masyarakat, serta percepatan pengentasan kemiskinan.
“Program ini baru berjalan beberapa hari, namun semangat teman-teman tenaga kesehatan, Dinas Sosial, Puskesmas, hingga pemerintah desa sangat luar biasa. Sebuah kebijakan besar tentu membutuhkan proses penyempurnaan, tetapi manfaatnya sudah mulai dirasakan masyarakat,” ujar Gus Fawait.
Dalam kunjungan Home Care tersebut, Bupati turut mendampingi pemeriksaan kesehatan warga secara menyeluruh.
Tim medis menghadirkan dokter spesialis kandungan untuk memeriksa ibu hamil dengan risiko tinggi, sekaligus melakukan pemeriksaan tumbuh kembang balita yang terindikasi stunting melalui penimbangan, pengukuran, dan konsultasi gizi.
Gus Fawait menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan para tenaga kesehatan harus mengedepankan sisi humanis. Edukasi kepada masyarakat, menurutnya, harus disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami dan tidak menimbulkan rasa takut.
“Kita tidak boleh menggunakan bahasa medis yang rumit atau membuat warga khawatir. Kepada keluarga anak stunting, kita beri semangat bahwa anak mereka memiliki peluang tumbuh sehat, asalkan mendapatkan asupan gizi yang cukup serta pendampingan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Tidak hanya berhenti pada pelayanan kesehatan, Home Care Jember juga menyentuh persoalan sosial yang menjadi penyebab kemiskinan. Dalam kunjungannya di Desa Rowotamtu, Gus Fawait meninjau kondisi rumah warga kurang mampu yang belum layak huni.
Bagi warga yang tidak bisa memperoleh Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) karena rumah berdiri di atas tanah kas desa, Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan alternatif bantuan berupa material bangunan melalui Dinas Cipta Karya bersama pemerintah kecamatan.
Menurut Gus Fawait, kesehatan dan kemiskinan merupakan dua persoalan yang saling berkaitan. Banyak keluarga jatuh miskin akibat tingginya biaya pengobatan ketika anggota keluarganya sakit.
Oleh karena itu, upaya pencegahan melalui pelayanan kesehatan langsung dari desa menjadi langkah strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan.
“Ini sejalan dengan cita-cita Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam mengentaskan kemiskinan. Kami memulai langkah itu dari desa-desa di Kabupaten Jember. Penyakit sering menjadi penyebab utama masyarakat jatuh miskin, sehingga pencegahan harus dilakukan sedini mungkin,” tegasnya.
Bupati juga memastikan pelayanan Home Care menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Jember, termasuk daerah terpencil yang sulit diakses kendaraan roda empat.
Untuk desa-desa di wilayah pegunungan maupun pelosok seperti Kecamatan Sumberbaru dan Panti, tenaga kesehatan diterjunkan menggunakan sepeda motor agar pelayanan tetap dapat menjangkau masyarakat tanpa hambatan.
Keberhasilan program ini, lanjut Gus Fawait, tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor yang melibatkan tenaga kesehatan, kader Posyandu, Dinas Sosial, pemerintah desa, kecamatan, hingga relawan sosial. Pemerintah Kabupaten Jember juga melakukan evaluasi rutin bersama para kepala puskesmas dan camat agar kualitas pelayanan terus meningkat.
“Tekad kami jelas. Warga yang tidak mampu harus merasakan bahwa mereka memiliki dokter keluarga yang siap datang ke rumah ketika dibutuhkan. Selain pemeriksaan kesehatan, kami juga memberikan bantuan sembako untuk memperkuat bantalan sosial masyarakat di luar bantuan pemerintah pusat seperti PKH dan BPNT,” pungkasnya.
Melalui integrasi pelayanan kesehatan langsung ke rumah, penanganan ibu hamil risiko tinggi, pencegahan stunting, bantuan perbaikan rumah tidak layak huni, hingga pemberian bantuan pangan, Program Home Care Jember diharapkan mampu mempercepat pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Lebih dari sekadar layanan medis, Home Care menjadi simbol kehadiran pemerintah di tengah rakyat. Program ini menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak lagi menunggu masyarakat datang, melainkan pemerintah yang hadir menyapa, melayani, dan memastikan setiap warga memperoleh hak yang sama atas kesehatan.
Dengan semangat membangun dari desa, Pemerintah Kabupaten Jember optimistis mampu menciptakan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera. (dik)