JEMBER, memo-pagi.com– Kenyamanan para pedagang dan pengunjung di Pasar Mayang, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan.
Sejumlah pedagang mengeluhkan adanya aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan di dalam area pasar, tepatnya di sela-sela bangunan dan lapak pedagang. Asap tebal yang ditimbulkan dari pembakaran tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas perdagangan serta kenyamanan para pembeli yang datang ke pasar.
Menurut keterangan sejumlah pedagang, pembakaran sampah tersebut kerap menimbulkan asap pekat yang menyebar ke berbagai sudut pasar. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga dikhawatirkan berdampak pada kesehatan para pedagang yang setiap hari beraktivitas di lingkungan pasar.
“Kalau sampah dibakar, asapnya masuk ke dalam kios dan los pasar. Pembeli jadi tidak nyaman, bahkan ada yang memilih cepat-cepat pergi karena terganggu oleh bau dan asapnya,” ungkap salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya, Rabu (17/6/2026).
Para pedagang berharap pengelolaan sampah di Pasar Mayang dapat dilakukan dengan lebih baik dan profesional tanpa harus menggunakan cara pembakaran yang berpotensi mencemari udara.
Mereka menilai pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat seharusnya dijaga kebersihan dan kenyamanannya agar roda perekonomian dapat berjalan dengan lancar.
Selain mengganggu aktivitas jual beli, asap pembakaran sampah juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan seperti sesak napas, iritasi mata, hingga gangguan pernapasan bagi pedagang maupun pengunjung yang berada di lokasi dalam waktu lama.
“Kami hanya ingin berjualan dengan nyaman. Pembeli juga ingin berbelanja dengan tenang tanpa terganggu asap. Semoga ada solusi yang lebih baik dalam pengelolaan sampah pasar,” ujar pedagang lainnya.
Untuk memperoleh klarifikasi terkait keluhan tersebut, awak media berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Pasar Mayang, Akhmad Herul Muzaki, di kantornya pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 10.20 WIB. Namun saat didatangi, pintu kantor dalam keadaan tertutup.
Meskipun telah beberapa kali diketuk, tidak ada respons maupun pihak yang membuka pintu kantor tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Kepala Pasar Mayang terkait keluhan para pedagang mengenai aktivitas pembakaran sampah di lingkungan pasar.
Para pedagang berharap pihak pengelola pasar segera memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut demi menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Pasar tradisional memiliki peran penting sebagai pusat perekonomian rakyat. Oleh karena itu, pengelolaan kebersihan dan penanganan sampah yang baik menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat untuk terus berbelanja serta mendukung keberlangsungan usaha para pedagang.
Dengan adanya perhatian dan tindakan nyata dari pihak terkait, diharapkan persoalan yang dikeluhkan pedagang Pasar Mayang dapat segera teratasi sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa terganggu oleh persoalan lingkungan. (dik)