Relawan Jumadi Made,”Semangat Gotong Royong Menghidupkan Harapan”, Bedah Rumah Swadaya di Desa Pancakarya

JEMBER, memo-pagi.com – Semangat gotong royong kembali menunjukkan kekuatannya sebagai fondasi utama kehidupan sosial masyarakat desa.

Nilai luhur kebersamaan itu bukan sekadar warisan budaya, melainkan energi nyata yang mampu menggerakkan perubahan, terutama bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Hal inilah yang tercermin dalam kegiatan bedah rumah swadaya di Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, yang dilaksanakan pada Kamis (16/4/2026).

Relawan Jumadi Made, mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam terhadap warga yang masih menempati rumah tidak layak huni.

Dorongan kemanusiaan itulah yang kemudian menggerakkan dirinya untuk menggandeng unsur muspika, tiga pilar desa, serta para tokoh masyarakat, termasuk RT dan RW, guna bersama-sama menghidupkan kembali semangat gotong royong.

“Kami merasa terpanggil melihat kondisi masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak. Melalui kebersamaan ini, kami bertekad untuk membantu secara swadaya, agar mereka dapat hidup lebih layak,” ujar Jumadi Made dengan penuh ketulusan.

Program bedah rumah ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan wujud nyata kepedulian sosial yang menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam satu tujuan mulia: menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi sesama.

Kegiatan ini melibatkan sinergi kuat antara Kapolsek Ajung, Danramil Ajung, serta Kepala Desa Pancakarya, Murka’i, yang tidak hanya hadir sebagai simbol dukungan, tetapi juga sebagai motor penggerak di tengah masyarakat.

Turut mendampingi di lapangan, Jumadi Made dengan penuh dedikasi mengoordinasikan jalannya gotong royong, memastikan setiap tahapan berjalan lancar dan melibatkan partisipasi aktif warga.

Bedah rumah tersebut menyasar kediaman pasangan Rudi Suswanto dan Tarwiya, warga Desa Pancakarya yang selama ini hidup dalam kondisi memprihatinkan.

Rumah mereka yang berdinding rapuh, berlantai tanah, dan nyaris roboh, dinilai sangat membahayakan keselamatan.

Setelah melalui proses survei oleh aparat dan pemerintah desa, rumah tersebut ditetapkan sebagai prioritas utama untuk segera diperbaiki.

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur muspika, penjabat kepala desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga, termasuk Ketua RT 001 RW 014. Kehadiran berbagai unsur ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program sosial berbasis kemanusiaan.

Babinsa Koramil Ajung menyampaikan bahwa program ini difokuskan pada warga yang benar-benar membutuhkan, khususnya mereka yang tinggal di hunian tidak layak dan berisiko tinggi.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Polsek Ajung menegaskan bahwa sinergi antara TNI dan Polri tidak hanya terbatas pada aspek keamanan, tetapi juga mencakup peran aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Tidak ada sekat sosial, tidak ada perbedaan latar belakang—semua menyatu dalam satu semangat: kemanusiaan.

Di tengah aktivitas tersebut, rasa haru tak dapat disembunyikan oleh Rudi Suswanto dan istrinya, Tarwiya.

Dengan mata berkaca-kaca, mereka mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Harapan yang sebelumnya terasa jauh, kini perlahan menjadi nyata berkat kepedulian dan kebersamaan masyarakat.

Pemerintah Desa Pancakarya menegaskan bahwa program bedah rumah ini akan terus berlanjut. Sejumlah warga lain yang membutuhkan telah didata untuk tahap berikutnya.

Pendanaan kegiatan bersumber dari swadaya masyarakat, donatur, serta dukungan program desa—menjadi bukti bahwa solidaritas sosial masih tumbuh subur di tengah kehidupan masyarakat.

Perbaikan rumah ini ditargetkan rampung dalam waktu tujuh hari. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, kegiatan ini menjadi simbol bahwa kebersamaan adalah kekuatan terbesar dalam menghadapi berbagai keterbatasan.

Desa Pancakarya telah membuktikan bahwa dengan gotong royong, harapan tidak hanya dapat dibangun—tetapi juga diwujudkan menjadi kenyataan. (dik)