JEMBER, memo-pagi.com — Riuh yel-yel, sorak kegembiraan, dan wajah ceria ratusan anggota Pramuka mewarnai Lapangan Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (15/8/2026).
Suasana penuh semangat tersebut hadir dalam kegiatan Pesta Siaga SD/MI dan Lomba Tingkat II Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwaran) Tempurejo, yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65.
Mengusung tema “Siaga Santun, Ceria, dan Hebat” serta motto “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi anak-anak untuk menumbuhkan kedisiplinan, kemandirian, keberanian, kerja sama, persatuan, serta kepedulian terhadap sesama.
Sejak pagi, Lapangan Desa Sidodadi telah dipadati peserta didik dari berbagai SD dan MI se-Kecamatan Tempurejo.
Dengan mengenakan seragam Pramuka lengkap dan dasi merah putih, para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat. Setelah itu, para peserta mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan rekreatif yang dikemas dalam suasana penuh kegembiraan.
Beragam permainan, ketangkasan, hafalan Dwi Satya dan Dwi Darma, semaphore, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), hingga permainan kelompok menjadi bagian dari kegiatan yang menguji keterampilan sekaligus kekompakan para peserta.
Wakil Ketua Kwarran Tempurejo, Tofiqul Ulum, S.Pd., yang mewakili Ketua Kwarran, menyampaikan bahwa kegiatan ini berfokus pada pembentukan karakter anak melalui kegiatan kepramukaan yang menyenangkan.
“Berfokus pada pembentukan karakter anak usia dini yang riang gembira, berakhlak mulia, dan terampil melalui kegiatan kepramukaan yang edukatif,” ujarnya.
Menurutnya, Pesta Siaga memiliki sejumlah tujuan penting, di antaranya membentuk pribadi yang disiplin dan berjiwa patriotisme sejak dini, memupuk persatuan dan kesatuan antarsiswa SD/MI se-Kwaran Tempurejo, mengasah kecakapan serta daya ingat melalui permainan yang menantang, serta mengimplementasikan nilai-nilai Dwi Satya dan Dwi Darma dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus digital. Anak-anak tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga fondasi moral, etika, kepedulian sosial, dan kemampuan bekerja sama.
Melalui kegiatan kepramukaan, nilai-nilai tersebut ditanamkan secara sederhana dan menyenangkan. Anak-anak belajar disiplin tanpa merasa terbebani, belajar bekerja sama melalui permainan kelompok, serta belajar menghargai teman meskipun berasal dari sekolah yang berbeda.
Momen kebersamaan menjadi salah satu pemandangan yang paling menarik dalam kegiatan tersebut. Para peserta saling menyemangati, membantu teman yang mengalami kesulitan, dan menunjukkan sportivitas dalam setiap perlombaan.
Bagi mereka, kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Pengalaman, persahabatan, keberanian untuk tampil, serta keberanian untuk mencoba menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.
Kemeriahan kegiatan ini turut mendapat dukungan dari jajaran Muspika Kecamatan Tempurejo, mulai dari Camat, Kapolsek, hingga Danramil.
Hadir pula Kepala Desa Sidodadi, jajaran panitia, kepala sekolah, dewan guru, pembina Pramuka, serta para peserta didik dari SD dan MI se-Kecamatan Tempurejo.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda melalui pendidikan karakter dan kegiatan positif di luar ruang kelas.
Pesta Siaga dan Lomba Tingkat II Kwaran Tempurejo dilaksanakan selama satu hari, bertempat di Lapangan Desa Sidodadi. Pemilihan lokasi di pusat desa juga memberikan akses yang mudah bagi peserta dan pembina dari berbagai gugus depan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari semarak peringatan Hari Pramuka ke-65, yang menjadi momentum untuk kembali menegaskan pentingnya Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda Indonesia.
Semangat kepramukaan tidak berhenti pada kegiatan lomba. Dwi Satya dan Dwi Darma diharapkan benar-benar menjadi pedoman yang diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat.
Di bawah semangat “Siaga Santun, Ceria, dan Hebat”, anak-anak Tempurejo diajak tumbuh menjadi pribadi yang santun dalam bersikap, ceria dalam belajar, serta hebat dalam menghadapi tantangan.
Dari lapangan sederhana di Desa Sidodadi, semangat itu kembali bergema. Semangat anak-anak yang hari ini belajar berbaris, bermain, bekerja sama, dan menghargai sesama, diharapkan kelak menjadi bekal untuk tumbuh sebagai generasi penerus bangsa yang berkarakter, mandiri, bertanggung jawab, dan cinta Tanah Air.
Pesta Siaga Kwaran Tempurejo pun menjadi pengingat bahwa membangun masa depan bangsa tidak selalu dimulai dari hal-hal besar. Hal itu dapat dimulai dari langkah kecil seorang anak yang belajar disiplin, dari tangan yang saling membantu, dari keberanian untuk tampil, dan dari tekad sederhana untuk mengamalkan janji Pramuka. Dirgahayu Gerakan Pramuka ke-65.Salam Pramuka!
(Dik)