Teror Pocong Bersenjata Tajam di Bangkalan, Kasihumas Polres Bangkalan Pelaku Mengaku Iseng Demi Konten

BANGKALAN, memo-pagi.com – Aksi teror pocong membawa celurit yang sempat terekam CCTV di Kabupaten Bangkalan beberapa waktu terakhir , akhirnya terungkap. Setelah video teror tersebut beredar luas dan meresahkan warga, Polres Bangkalan bersama aparat desa akhirnya mengamankan sejumlah pemuda.

Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama mengatakan jika aksi mereka ternyata murni bermotif demi konten belaka.

Tidak hanya mengenakan kostum yang menyeramkan, oknum tersebut juga tampak membawa senjata tajam jenis celurit. Aksi yang dinilai membahayakan serta mengganggu keamanan dan kenyamanan ini langsung memicu kekhawatiran mendalam di kalangan warga setempat.

“Teror pocong itu ulah beberapa pemuda yang iseng membuat konten. Kejadian itu menjadi viral sehingga menimbulkan keresahan,” ungkap Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, pada Kamis pagi ini (4/6/2026).

Merespons keresahan publik, pihak kepolisian bersama jajaran perangkat desa langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Tidak membutuhkan waktu lama, petugas berhasil mengidentifikasi dan mengamankan tujuh orang pemuda yang terlibat langsung dalam proses pembuatan video tersebut.

“Anggota Polsek yang di-backup polres langsung mendatangi lokasi dan mengumpulkan tokoh masyarakat untuk mengamankan para pemuda yang membuat konten tersebut,” lanjut Ipda Agung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak berwajib, para pelaku mengakui aksi menakut-nakuti tersebut sama sekali bukan teror nyata, melainkan hanya dibuat demi kebutuhan konten media sosial. Para pemuda tersebut kemudian diminta untuk melakukan klarifikasi secara terbuka guna menepis isu teror pocong yang sempat beredar.

“Bahwasanya isu teror pocong di Bangkalan itu tidak pernah ada,” tegas Agung.

Seusai diamankan, ketujuh pemuda tersebut diberikan pembinaan oleh pihak kepolisian agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. Polisi juga mengimbau masyarakat Bangkalan agar tidak mudah terpancing oleh isu-isu meresahkan yang tersebar di media sosial.

“Kami berharap ketenangan dan kenyamanan masyarakat Bangkalan tetap kondusif. Isu adanya teror pocong di Bangkalan itu tidak benar adanya,” tutup Ipda Agung Intama tersebut. (Red/Hum)