Bunga Desaku Hadir di Pakusari, Bupati Jember Gus Fawait Kobarkan Semangat Pendidikan dan Pencegahan Pernikahan Dini

JEMBER, memo-pagi.,com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus menunjukkan komitmennya dalam membangun daerah, melalui program inovatif Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc.

Hadir langsung di tengah para pelajar untuk memberikan motivasi, pembinaan karakter, memperkenalkan program beasiswa, sekaligus menerangkan pencegahan pernikahan dini, kegiatan berlangsung di SMP Negeri 1 Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Senin (20/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Program Bunga Desaku bukan sekadar menghadirkan pelayanan publik lebih dekat kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang dialog yang efektif agar berbagai program strategis pemerintah dapat dipahami secara langsung oleh warga, khususnya kalangan pelajar sebagai calon pemimpin masa depan.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Arief Tjahyono, Camat Pakusari Rifendi, seluruh Kepala Desa se- Kecamatan Pakusari, para kepala sekolah SMP negeri dan swasta se-Kecamatan Pakusari, para guru, tokoh masyarakat, serta lebih dari 1.000 siswa yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

Di hadapan ribuan siswa, Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait menyampaikan motivasi yang lahir dari perjalanan hidupnya sendiri.

Ia menceritakan bagaimana dirinya berasal dari keluarga sederhana di desa, namun mampu mengenyam pendidikan hingga akhirnya dipercaya memimpin Kabupaten Jember.

Menurutnya, pendidikan merupakan kunci utama untuk mengubah kehidupan seseorang. Karena itu, pemerintah daerah hadir memastikan tidak ada anak Jember yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena persoalan ekonomi.

Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Pemkab Jember memperkenalkan Program Beasiswa Cinta Bergema, sebuah program yang disiapkan untuk membantu putra-putri daerah melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Pemerintah Kabupaten Jember telah menyiapkan Beasiswa Cinta Bergema agar anak-anak Jember memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kami ingin memastikan tidak ada generasi muda yang mengubur mimpinya karena keterbatasan ekonomi,” tegas Gus Fawait.

Pesan tersebut disambut tepuk tangan meriah para pelajar. Bagi banyak siswa, kehadiran langsung kepala daerah menjadi penyemangat sekaligus bukti bahwa pemerintah hadir untuk membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Selain memperkenalkan program beasiswa, Gus Fawait juga memberikan perhatian serius terhadap persoalan pernikahan dini yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.

Dalam suasana yang hangat, bahkan diawali dengan lantunan sholawat bersama para siswa, Bupati menjelaskan pentingnya mempersiapkan masa depan sebelum memutuskan untuk menikah.

Ia menyampaikan bahwa meskipun terdapat ketentuan mengenai usia minimal pernikahan, secara medis dan psikologis usia ideal untuk melahirkan berada pada rentang 21 hingga 35 tahun.

Menurutnya, pernikahan pada usia remaja berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari putus sekolah, hilangnya kesempatan meraih cita-cita, ketidaksiapan mental dalam membangun rumah tangga, hingga meningkatnya risiko kesehatan bagi ibu dan bayi.

Lebih dari itu, upaya menekan angka pernikahan dini juga menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam mencegah lahirnya generasi yang berisiko mengalami stunting.

Bupati juga mengingatkan para pelajar agar bijak menggunakan media sosial, menjaga pergaulan, serta berani mengatakan tidak terhadap perilaku yang dapat merugikan masa depan mereka.

Menurutnya, keberhasilan membentuk generasi berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua, guru, dan seluruh elemen masyarakat melalui komunikasi yang terbuka dan pendampingan yang berkelanjutan.

Disambut antusias dunia pendidikan, kehadiran Bupati Jember di SMP Negeri 1 Pakusari mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kepala SMP Negeri 1 Pakusari, Kukuh, mengaku bangga dan terkesan karena para siswa dapat menerima motivasi secara langsung dari pemimpin daerah.

Ia menilai kehadiran Gus Fawait memberikan semangat baru kepada para peserta didik untuk terus belajar, berprestasi, dan berani bermimpi besar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, menegaskan bahwa Bunga Desaku merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap dunia pendidikan.

“Kehadiran Bupati di tengah-tengah siswa menjadi motivasi agar mereka semakin semangat belajar, berkarakter, dan memiliki mimpi besar untuk masa depannya,” ujarnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan Camat Pakusari, Rifendi, yang menilai interaksi langsung antara kepala daerah dengan para pelajar menghadirkan optimisme baru bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun tempat tinggalnya, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan.

Melalui program Bunga Desaku, Pemerintah Kabupaten Jember kembali menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas manusianya.

Dengan memperluas akses pendidikan, memperkuat karakter generasi muda, serta mencegah pernikahan dini, Pemkab Jember berharap lahir generasi yang sehat, berpendidikan, berdaya saing, dan mampu membawa Jember menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera. (dik)