JEMBER, memo-pagi.com — Gelaran International Jember Marching Carnival (IJMC) 2026 resmi berakhir setelah seluruh rangkaian kompetisi marching band yang berlangsung selama tiga hari, 7–9 Agustus 2026, tuntas digelar.
Penutupan sekaligus penyerahan hadiah kepada para peserta berlangsung meriah di GOR Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (9/8/2026).
Bukan sekadar menjadi ajang perebutan piala dan penghargaan, IJMC 2026 menjadi ruang bagi para peserta, khususnya pelajar, untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, kedisiplinan, kekompakan, serta keberanian tampil di hadapan publik.
Suasana penutupan di GOR Kaliwates berlangsung penuh kebahagiaan. Wajah-wajah peserta tampak menyimpan beragam cerita setelah melewati proses panjang latihan dan kompetisi.
Ada yang pulang membawa piala dan hadiah, namun ada pula yang harus menerima hasil perlombaan sebagai pengalaman berharga untuk kembali berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Paguyuban Indah Kustiawan, yang akrab disapa Awan, bersama Kepala SMP Negeri 1 Jember Astuti, S.Pd., serta Koordinator kegiatan Muhamad Sholeh.
Mereka mengikuti rangkaian penutupan sekaligus memberikan apresiasi kepada peserta yang telah menyelesaikan seluruh tahapan kompetisi.
Bukan Sekadar Soal Juara
Ketua Paguyuban Indah Kustiawan atau Awan menegaskan bahwa kompetisi marching band tidak semata-mata dapat diukur dari jumlah piala yang berhasil dibawa pulang.
Menurutnya, ada nilai yang jauh lebih penting yang diperoleh peserta selama mengikuti kompetisi, yakni pengalaman, keberanian, kedisiplinan, kekompakan, serta kemampuan bekerja dalam sebuah tim.
“Ini bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan hadiah atau menjadi juara. Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman, belajar disiplin, kekompakan, dan memiliki keberanian untuk tampil,” kata Awan.
Menurut Awan, proses panjang yang dijalani peserta sebelum tampil di arena merupakan bagian penting dari pendidikan.
Latihan berulang, menjaga kekompakan tim, mengikuti arahan pelatih, hingga mampu tampil maksimal di tengah tekanan kompetisi menjadi pengalaman yang tidak selalu diperoleh di dalam ruang kelas.
Karena itu, setiap peserta yang telah berani tampil dalam IJMC 2026 dinilai telah membawa pulang sebuah kemenangan tersendiri.
Piala dan hadiah memang menjadi bentuk penghargaan atas prestasi. Namun, karakter dan mental yang terbentuk selama menjalani proses latihan menjadi bekal yang jauh lebih panjang bagi para pelajar dalam menghadapi masa depan.
Awan berharap penghargaan yang diterima para peserta dapat menjadi pemantik semangat untuk terus meningkatkan kemampuan.
Sementara bagi peserta yang belum memperoleh juara, ia berpesan agar tidak menjadikan hasil kompetisi sebagai alasan untuk berhenti berlatih.
“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkembang. Bagi yang belum mendapatkan juara, jangan berkecil hati. Masih ada kesempatan untuk belajar, berlatih, memperbaiki kekurangan, dan kembali berkompetisi,” ujarnya.
Marching Band dan Pendidikan Karakter, pandangan serupa disampaikan Kepala SMP Negeri 1 Jember Astuti, S.Pd. Menurutnya, marching band memiliki kontribusi positif dalam proses pengembangan bakat dan karakter siswa.
Marching band tidak hanya mengajarkan kemampuan memainkan alat musik dan menampilkan koreografi.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut mengajarkan bagaimana seorang siswa mampu menjalankan tanggung jawab, mematuhi aturan, menjaga kedisiplinan, serta bekerja bersama orang lain.
“Marching band bukan hanya soal musik dan penampilan. Di dalamnya ada pendidikan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan bagaimana anak-anak belajar menghargai proses,” ujar Astuti.
Menurut Astuti, proses latihan menjadi salah satu bagian terpenting dalam perjalanan seorang peserta. Tidak ada penampilan yang maksimal tanpa latihan yang konsisten.
Setiap anggota memiliki tugas masing-masing. Kesalahan satu orang dapat memengaruhi penampilan seluruh tim.
Kondisi tersebut secara tidak langsung mengajarkan kepada siswa tentang arti tanggung jawab dan pentingnya saling mendukung.
Nilai tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan pendidikan yang tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga karakter, mental, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, serta kemampuan bekerja dalam tim.
Sementara itu, Koordinator kegiatan Muhamad Sholeh menyampaikan bahwa penutupan dan pembagian hadiah merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan seluruh peserta yang telah mengikuti kompetisi hingga selesai.
Menurut Sholeh, setiap peserta memiliki cerita perjuangan masing-masing. Di balik penampilan beberapa menit di arena, terdapat proses latihan yang panjang, pengorbanan waktu, tenaga, dan dukungan dari berbagai pihak.
“Kami berharap apresiasi ini bisa menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Yang belum mendapatkan juara jangan berkecil hati, karena pengalaman mengikuti kompetisi juga merupakan bagian dari proses untuk menjadi lebih baik,” kata Sholeh.
Pesan tersebut menjadi salah satu makna penting dalam penutupan IJMC 2026. Kompetisi pada akhirnya bukan hanya tentang menentukan siapa yang berada di posisi pertama, kedua, atau ketiga, tetapi bagaimana setiap peserta mampu keluar dari arena dengan pengalaman baru.
Eksistensi marching band di lingkungan pendidikan Jember sendiri terus berkembang. Salah satunya melalui Marching Band Gita Irama Spasa SMP Negeri 1 Jember yang menjadi wadah bagi para siswa untuk mengembangkan bakat di bidang musik, baris-berbaris, kreativitas, serta penampilan.
Keberadaan marching band di sekolah memberikan ruang bagi siswa untuk menyalurkan minat dan bakatnya melalui kegiatan positif.
Latihan yang dilakukan secara rutin juga membentuk kebiasaan disiplin. Siswa belajar hadir tepat waktu, mempersiapkan perlengkapan, memahami instruksi, menjaga kekompakan, dan bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.
Dari proses tersebut, kegiatan marching band tidak hanya menghasilkan penampilan yang menarik, tetapi juga berpotensi melahirkan generasi muda yang memiliki mental kompetitif sekaligus menjunjung tinggi sportivitas.
IJMC 2026 Bawa Nama Jember ke Panggung Lebih Luas. Perkembangan marching band di Jember semakin terlihat melalui penyelenggaraan International Jember Marching Carnival (IJMC) 2026 yang berlangsung pada 7–9 Agustus 2026.
Ajang tersebut menghadirkan peserta dari berbagai daerah, termasuk peserta mancanegara. Kehadiran peserta internasional memberikan warna tersendiri bagi penyelenggaraan kegiatan dan menunjukkan bahwa marching band tidak hanya berkembang sebagai kegiatan sekolah maupun kompetisi lokal.
IJMC 2026 juga memperlihatkan bagaimana sebuah kegiatan seni dan olahraga dapat berkembang menjadi bagian dari promosi daerah.
Marching band memadukan musik, gerak, koreografi, kedisiplinan, kreativitas, dan kekompakan dalam satu pertunjukan.
Ketika kegiatan tersebut dikemas dalam sebuah event berskala internasional, dampaknya dapat bersinggungan dengan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, hingga promosi Kabupaten Jember.
Dengan hadirnya peserta dari luar daerah dan mancanegara, Jember mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Bagi para pelaku usaha, kegiatan dengan jumlah peserta dan penonton yang besar juga berpotensi memberikan pergerakan ekonomi.
Sementara bagi masyarakat, event semacam ini menjadi ruang hiburan sekaligus kebanggaan karena daerahnya menjadi tuan rumah kegiatan berskala internasional.
Piala Boleh Berakhir, Semangat Harus Terus Berjalan Penutupan IJMC 2026 di GOR Kaliwates menjadi akhir dari rangkaian kompetisi, tetapi bukan akhir dari perjalanan para peserta.
Piala, medali, dan hadiah yang diserahkan kepada para pemenang merupakan simbol penghargaan atas kerja keras mereka. Namun, perjalanan sesungguhnya justru kembali dimulai setelah kompetisi berakhir.
Para peserta akan kembali ke sekolah dan lingkungan masing-masing untuk berlatih. Kekurangan yang ditemukan selama kompetisi akan menjadi bahan evaluasi.
Kesalahan akan diperbaiki, kemampuan akan ditingkatkan, dan pengalaman akan menjadi bekal untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Di situlah nilai terbesar dari sebuah kompetisi. Sebab kemenangan tidak selalu berbentuk piala. Terkadang kemenangan hadir dalam bentuk keberanian seorang anak untuk tampil di depan orang banyak.
Kemenangan juga dapat berupa kemampuan untuk tetap tersenyum setelah kalah, menerima hasil dengan lapang dada, kemudian kembali berlatih untuk menjadi lebih baik.
IJMC 2026 akhirnya bukan hanya meninggalkan daftar nama para juara, tetapi juga meninggalkan cerita tentang perjuangan, persahabatan, kedisiplinan, sportivitas, dan mimpi anak-anak muda yang terus tumbuh.
Dari GOR Kaliwates, semangat itu kembali dibawa pulang oleh masing-masing peserta. Sebagian membawa piala, sebagian membawa pengalaman, dan semuanya membawa satu pesan yang sama: bahwa prestasi besar selalu berawal dari keberanian untuk berproses, berlatih, dan tidak pernah berhenti mencoba. (dik)