Masyarakat Desa Gebang Gelar Sedekah Laut, Jaga Kearifan Lokal dan Kelestarian Laut

BANGKALAN, memo-pagi.com – Sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan permohonan keselamatan dalam menjalankan mata pencaharian di laut, masyarakat pesisir Desa Gebang,Kecamatan Bangkalan,Kabupaten Bangkalan, kembali menggelar tradisi tahunan Sedekah Laut atau yang juga dikenal dengan sebutan Rokat Tasek, Minggu (19/7).


Kegiatan adat tersebut dilaksanakan di pesisir pantai Desa Gebang dan dihadiri oleh Kepala Desa Gebang,Syaiful, tokoh masyarakat, Bhabinkamtibmas serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk Polairud serta Kasi PMD Choirul Modhar,S.E, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan.

Kepala Desa Gebang,Syaiful, menjelaskan bahwa tradisi ini merupakan warisan budaya masyarakat yang telah dilakukan secara turun-temurun. Selain sebagai bentuk syukur atas limpahan rezeki, kegiatan ini juga menjadi sarana memanjatkan doa agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan saat melaut.

“Tradisi ini mencerminkan rasa syukur warga atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Semoga melalui doa bersama ini, masyarakat, khususnya nelayan, selalu dalam lindungan dan diberi hasil tangkapan yang melimpah,” ujar Syaiful.

Sementara itu, Kasi PMD Kecamatan Bangkalan,Choirul Modhar.S.E, mengapresiasi pelestarian budaya tersebut. Menurutnya, Sedekah Laut tidak hanya bermakna spiritual, tetapi juga mempererat hubungan sosial antar sesama nelayan.

“Kegiatan seperti ini menjadi momentum penting untuk menjaga kekompakan, silaturahmi, dan semangat gotong royong dalam masyarakat nelayan. Tradisi ini adalah simbol rasa syukur atas karunia Tuhan dan perlu dilestarikan,” jelas Modhar.

Lebih lanjut, Modhar juga mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem laut. Ia mengajak seluruh nelayan untuk selalu menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan, agar keberlanjutan sumber daya ikan tetap terjaga.

“Kami berharap para nelayan dapat menjaga kelestarian laut demi masa depan generasi berikutnya, dengan tidak menggunakan alat tangkap yang merusak ekosistem dan habitat ikan,” tutupnya.
(Wie)