Pameran Hardiknas Kabupaten Jember, SDN Sanenrejo 04 Tampilkan Inovasi Kepedulian Kesehatan dan Lingkungan

JEMBER, memo-pagi.com – Semangat memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 terasa begitu hidup di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.

Pemerintah Kabupaten Jember menggelar Pameran Pendidikan bertema “Transformasi Pendidikan Berbasis Cinta Anak” yang berlangsung selama dua hari, mulai 11 hingga 12 Mei 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jember ini menjadi ruang kolaborasi besar dunia pendidikan, melibatkan Dispendik, Depag, serta Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin), dengan peserta mulai dari jenjang PAUD hingga SMK se-Kabupaten Jember.

Pameran ini bukan sekadar ajang menampilkan hasil karya siswa dan guru, melainkan menjadi cerminan nyata bahwa pendidikan di Jember terus bergerak menuju pembelajaran yang lebih humanis, kreatif, dan berakar pada potensi daerah.

Berbagai tema diangkat dalam pameran tersebut, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, kelautan, hingga inovasi pembelajaran yang lahir dari tangan-tangan para pendidik yang penuh dedikasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, S.STP., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan hasil transformasi pendidikan yang telah dilakukan di Kabupaten Jember.

Menurutnya, pameran ini menampilkan empat karya pendidikan unggulan yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi daerah Kabupaten Jember, seperti pertanian, perkebunan, dan kelautan. Selain itu, berbagai inovasi pembelajaran para guru turut dipamerkan sebagai bentuk implementasi pendidikan berbasis cinta anak.

Ia menjelaskan bahwa seluruh jenjang pendidikan dilibatkan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga MA, MTs, dan SMA.

Namun, karya yang ditampilkan merupakan hasil seleksi terbaik dari masing-masing lembaga pendidikan di seluruh Kabupaten Jember.

“Ini adalah puncak dari proses panjang seleksi karya pendidikan. Semua lembaga sebelumnya telah mengirimkan hasil inovasi mereka untuk diseleksi, kemudian dipilih karya terbaik yang memenuhi kategori pemenang untuk ditampilkan dalam pameran ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap momentum Hardiknas 2026 mampu membangun kepedulian seluruh masyarakat terhadap dunia pendidikan.

Semangat pendidikan berbasis cinta anak diharapkan menjadi pendekatan baru dalam mendampingi generasi muda agar mampu menggali dan mengembangkan potensi terbaik mereka demi masa depan yang lebih cerah.

Di antara berbagai karya yang menarik perhatian pengunjung, inovasi dari SDN Sanenrejo 04 Kecamatan Tempurejo menjadi salah satu yang paling memikat.

Sekolah tersebut menampilkan hasil karya bertajuk Kebun Toga Arsafa, sebuah program pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) yang diolah menjadi minuman herbal sehat dan alami.

Kepala Sekolah SDN Sanenrejo 04, Taufiqul Ulum S.Pd., mengaku sangat mengapresiasi terselenggaranya pameran pendidikan tersebut karena mampu menjadi wadah kreativitas sekaligus inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya.

Ia menjelaskan bahwa produk unggulan yang dibawa dalam pameran tersebut adalah Si Toga Arsafa, minuman herbal berbahan alami hasil olahan siswa dan guru dari tanaman yang ditanam sendiri di lingkungan sekolah.

Produk pertama bernama Seruni Telang, terbuat dari serai, jeruk nipis, bunga telang, dan gula batu. Minuman ini dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan, mulai dari meningkatkan kekebalan tubuh, membantu detoksifikasi racun, melancarkan pencernaan, hingga membantu menurunkan tekanan darah dan berat badan.

Produk kedua adalah Si Kuas atau kunyit asam yang dibuat dari kunyit, asam jawa, daun beluntas, dan gula aren. Minuman herbal ini bermanfaat membantu menghilangkan bau badan, menyehatkan pencernaan, menetralkan racun, serta membantu menyeimbangkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Sementara produk ketiga bernama Singer Latte, perpaduan jahe, fiber creme, dan gula batu yang memiliki manfaat meningkatkan kesehatan pencernaan, membantu program diet, memiliki indeks glikemik rendah sehingga aman dikonsumsi penderita diabetes, serta menjaga kesehatan jantung.

Menariknya, seluruh bahan herbal tersebut ditanam langsung oleh siswa dan siswi di lahan kosong sekolah menggunakan media polibag.

Dari proses menanam, merawat, hingga mengolah hasil panen menjadi produk minuman sehat, para siswa belajar banyak hal secara langsung.

Pembelajaran pun menjadi lebih bermakna dan kontekstual. Anak-anak tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga belajar mencintai lingkungan, memahami pentingnya kesehatan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap alam sejak usia dini.

Pameran Pendidikan Hardiknas 2026 di Kabupaten Jember akhirnya bukan hanya menjadi ajang kompetisi karya pendidikan, melainkan juga menjadi bukti bahwa pendidikan yang dilandasi cinta, kreativitas, dan kepedulian mampu melahirkan generasi yang lebih sehat, mandiri, dan berkarakter.

Dari ruang-ruang sekolah sederhana di pelosok daerah, harapan besar tentang masa depan bangsa terus tumbuh dan dirawat dengan penuh kasih sayang. (dik)