Revitalisasi SDN Sidodadi 05 Jember Bangunan Layak, Semangat Baru untuk Masa Depan Pendidikan

JEMBER, memo-pagi.com – Kehadiran pemerintah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 membawa harapan baru bagi dunia pendidikan.

Bukan sekadar memperbaiki bangunan sekolah, program ini menjadi langkah nyata untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi generasi penerus bangsa.

Harapan tersebut kini dirasakan keluarga besar SDN Sidodadi 05, Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Sekolah yang sebelumnya memiliki kondisi bangunan memprihatinkan dan dinilai sudah tidak layak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, kini mendapatkan bantuan revitalisasi dengan anggaran sebesar Rp1.276.138.311 dari APBN Tahun Anggaran 2026.

Program yang berada di bawah Direktorat Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut dilaksanakan melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), dengan waktu pengerjaan selama 150 hari kalender.

Kepala SDN Sidodadi 05, Sofiatun, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan sarana pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.

Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Bupati Jember Muhammad Fawait atas dukungan terhadap peningkatan kualitas fasilitas pendidikan.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas program revitalisasi ini. Bantuan tersebut sangat mendukung kebutuhan sekolah, terutama untuk menciptakan tempat belajar yang aman, nyaman, dan indah bagi anak-anak,” ungkap Sofiatun, Selasa (3/11/2026).

Enam Ruang Kelas dan Fasilitas Penunjang Direvitalisasi

Dalam program revitalisasi tersebut, sejumlah fasilitas sekolah mendapatkan penanganan, meliputi enam ruang kelas, satu ruang laboratorium, satu ruang administrasi yang di dalamnya terdiri atas dua ruangan, serta empat unit toilet.

Bagi pihak sekolah, pembenahan ini bukan semata-mata perubahan fisik bangunan. Lebih dari itu, fasilitas yang layak diharapkan mampu membangun suasana belajar yang lebih kondusif sekaligus meningkatkan semangat siswa dan tenaga pendidik.

Sofiatun mengungkapkan, sebelum mendapatkan bantuan revitalisasi, kondisi bangunan sekolah cukup memprihatinkan. Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan pelayanan pendidikan yang optimal kepada peserta didik.

Kegiatan Belajar Tetap Berjalan Selama Pembangunan
Meski proses revitalisasi berlangsung, kegiatan belajar mengajar tidak berhenti. Pihak sekolah telah mengatur strategi pembelajaran sementara dengan memanfaatkan rumah belajar dan menerapkan sistem dua sif.

Untuk siswa kelas I, II, dan III, pembelajaran dilaksanakan mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Sementara siswa kelas IV, V, dan VI mengikuti pembelajaran pada pukul 11.00 hingga 14.00 WIB.

Pengaturan tersebut dilakukan agar seluruh siswa tetap memperoleh hak pendidikan selama proses pembangunan berlangsung.

Dengan jumlah peserta didik sebanyak 116 siswa, pihak sekolah berupaya memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan tertib meskipun harus menyesuaikan kondisi dan keterbatasan tempat belajar sementara.

Bangunan Layak, Semangat Baru untuk Masa Depan Pendidikan
Sofiatun berharap, setelah revitalisasi selesai, kualitas pembelajaran di SDN Sidodadi 05 semakin meningkat. Menurutnya, lingkungan sekolah yang baik memiliki peran penting dalam membangun semangat belajar anak sekaligus mendorong guru memberikan pelayanan pendidikan yang lebih maksimal.

“Harapan kami, dengan bangunan yang lebih baik, anak-anak semakin semangat belajar dan guru-guru juga semakin bersemangat mengajar. Mudah-mudahan apa yang menjadi cita-cita sekolah dapat tercapai, termasuk membangun sekolah yang semakin baik dan berkarakter,” tuturnya.

Ia juga berharap peningkatan sarana dan prasarana tersebut menjadi fondasi untuk memperkuat identitas serta kualitas SDN Sidodadi 05 ke depan.

Di akhir penyampaiannya, Sofiatun tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada seluruh dewan guru, komite sekolah, serta Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang telah bekerja sama dan berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan program revitalisasi.

Bagi 116 siswa SDN Sidodadi 05, pembangunan ini bukan hanya tentang dinding yang lebih kokoh, ruang kelas yang lebih indah, atau fasilitas yang lebih memadai.

Di balik bangunan yang diperbaiki, tersimpan harapan agar mereka dapat belajar dengan tenang, tumbuh dengan percaya diri, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Sebab, pendidikan yang berkualitas tidak hanya membutuhkan guru yang berdedikasi dan siswa yang bersemangat, tetapi juga lingkungan belajar yang layak. Ketika sekolah dibenahi, sesungguhnya harapan masa depan anak-anak juga sedang dibangun. (dik)