JEMBER, memo-pagi.com– Semangat menghadirkan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat kembali ditunjukkan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Pintar Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur.
Bertepatan dengan peringatan satu dekade atau 10 tahun berdirinya lembaga Yayasan Pendidikan dan Sosial Rumah Pintar, PKBM Rumah Pintar menggelar kelulusan Peserta Didik program kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C, yang juga dilanjutkan dengan Reuni Akbar Alumni, di Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Sabtu (11/7/2026).
Momentum tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan tidak mengenal batas usia. Siapa pun memiliki kesempatan untuk kembali belajar, menuntaskan pendidikan, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Pada tahun ajaran 2026, PKBM Rumah Pintar meluluskan 44 peserta didik, terdiri atas 3 siswa Paket A (setara SD), 23 siswa Paket B (setara SMP), dan 18 siswa Paket C (setara SMA). Kelulusan tersebut, menjadi kebanggaan bagi lembaga yang selama satu dekade konsisten mendampingi masyarakat yang sempat terputus pendidikannya.
Kegiatan berlangsung penuh kehangatan dengan dihadiri Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, Dua Narasumber, Tenaga Pendidik, hingga Warga Belajar yang didampingi Keluarga masing-masing. Suasana haru tampak saat para lulusan menerima ijazah sebagai wujud keberhasilan perjuangan mereka menyelesaikan pendidikan di tengah berbagai keterbatasan.
Kepala PKBM Rumah Pintar Kecamatan Silo, Samsul Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa selain prosesi kelulusan peserta didik dan Reuni Akbar Alumni, juga ada dialog yang menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni RZ Hakim sebagai sejarawan dan penulis serta Riyadi Ariyanto praktisi pendidikan non formal sekaligus founder Sekolah Alam Raya.
“Sepuluh tahun bukan perjalanan yang singkat. Kami bersyukur PKBM Rumah Pintar masih dipercaya masyarakat untuk menjadi tempat menuntaskan pendidikan. Hari ini, Kami juga mengadakan reuni Akbar untuk mempererat silaturrahmi.” ujar Samsul.
Menurutnya, keberadaan PKBM merupakan bentuk nyata hadirnya Pemerintah di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan akses pendidikan bagi warga yang tidak dapat menyelesaikan sekolah formal.
Ia berharap PKBM Rumah Pintar terus bisa bersinergi dengan Masyarakat, Pemerintah Desa, maupun Pemerintah Kabupaten Jember untuk menuntaskan masalah Anak Tidak Sekolah (ATS) sampai Paket C (setara SMA).
“Kami berharap, lembaga ini terus memberikan manfaat. Bagi lulusan Paket A dan B semoga bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya. Sedangkan bagi lulusan Paket C yang sudah bekerja, semoga ijazah yang diperoleh dapat membuka peluang mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,” ungkapnya.
Samsul menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar untuk memperoleh ijazah, tetapi menjadi jalan untuk memperluas wawasan, membangun kepercayaan diri menghadapi tantangan, serta pada akhirnya bisa meningkatkan kualitas hidup.
Sementara itu, Kepala Desa Karangharjo Samhadi dalam sambutannya memberikan motivasi kepada seluruh peserta didik agar terus memegang teguh keyakinan, untuk tidak pernah berhenti belajar.
Ia menuturkan bahwa kesuksesan selalu diawali oleh keyakinan yang kuat kepada Allah SWT, kemudian diikuti dengan usaha, ilmu pengetahuan, dan keikhlasan dalam menjalani setiap proses kehidupan.
“Kalau kita ingin sukses, tanamkan keyakinan kepada Allah SWT. Setelah itu belajarlah dengan sungguh-sungguh, karena semua keberhasilan membutuhkan ilmu. Tidak ada profesi yang berhasil tanpa belajar,” ujarnya.
Ia juga mengajak para Alumni agar menjadi duta pendidikan di lingkungan masing-masing, dengan mengajak warga yang putus sekolah untuk kembali melanjutkan pendidikan melalui PKBM Rumah Pintar.
Menurutnya, Pemerintah Desa Karangharjo berkomitmen mendukung pendidikan masyarakat. Bahkan, apabila terdapat warga yang terkendala biaya perlengkapan sekolah, pemerintah desa siap membantu sesuai kemampuan agar mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan.
“Kalau ada warga yang putus sekolah, silakan datang. Kalau memang terkendala seragam atau kebutuhan sekolah lainnya, selama kami mampu akan kami bantu. Jangan sampai ada anak-anak atau warga yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan biaya,” katanya.
Di akhir sambutannya, Kepala Desa mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam menuntut ilmu maupun mengabdi kepada masyarakat.
“Semua yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah akan mendatangkan keberkahan. Guru yang mengajar dengan ikhlas, siswa yang belajar dengan ikhlas, maupun pemimpin yang melayani masyarakat dengan ikhlas, insya Allah akan memperoleh hasil terbaik,” tuturnya.
Perayaan satu dekade PKBM Rumah Pintar bukan sekadar seremoni ulang tahun lembaga pendidikan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol bahwa kesempatan belajar selalu terbuka bagi siapa saja.
Di tengah berbagai tantangan, PKBM Rumah Pintar terus membuktikan bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara tanpa memandang usia, latar belakang, maupun kondisi ekonomi.
Sepuluh tahun perjalanan Yayasan Pendidikan dan Sosial Rumah Pintar telah melahirkan ratusan alumni PKBM yang kini telah bekerja, melanjutkan ke perguruan tinggi, hingga berkontribusi positif sebagai Tokoh Masyarakat. Karena itu, disela kegiatan juga diserahkan buku berjudul SUSUR SUNGAI ‘Merubah Anomali Jadi Inspirasi.’ Dijelaskan Samsul dalam sambutannya, buku tersebut ditulis oleh 11 Tutor sebagai arsip kiprah Mereka di Rumah Pintar.
Semangat Mereka diharapkan terus menyala dan menjadi inspirasi, bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk mengubah masa depan melalui pendidikan. (dik)