Satu-Satunya Guru PKBM Nurul Huda di Jember, Lolos Program PENDEKAR Batch 1, Bukti Pendidikan Non-Formal Siap Bertransformasi

JEMBER, memo-pagi.com – Dunia Pendidikan Non-Formal (PNF) di Kabupaten Jember kembali mencatatkan prestasi yang membanggakan. Dr. Hanik Siswanti M., M., tenaga pendidik dari PKBM Nurul Huda Mumbulsari, yang beralamat di Dusun Gambiran, Desa Mumbulsari, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Resmi terpilih sebagai satu-satunya perwakilan PKBM dari Kabupaten Jember dalam Pelatihan Berdiferensiasi dan Berkarakter (PENDEKAR) Batch 1 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung transformasi pendidikan nasional sekaligus menyukseskan berbagai program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Keman dikdasmen) dalam meningkatkan kualitas sumber daya pendidik di Indonesia.

Kepercayaan yang diberikan kepada Dr. Hanik Siswanti menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi PKBM Nurul Huda, tetapi juga bagi seluruh insan pendidikan non-formal di Kabupaten Jember.

Terpilihnya sebagai peserta menunjukkan bahwa kompetensi pendidik PKBM mampu bersaing dan mendapatkan pengakuan di tingkat provinsi.

Dalam program tersebut, seluruh peserta akan mengikuti pelatihan intensif yang dirancang secara sistematis melalui konsep “11 Jurus Transformasi Pendidikan”. Materi pelatihan dibagi dalam tiga tahapan utama sepanjang bulan Juli.

Tahap pertama berfokus pada inovasi pembelajaran, meliputi pengembangan metode STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), penguatan literasi dan numerasi, serta strategi pembelajaran yang adaptif sesuai karakteristik peserta didik.

Tahap kedua diarahkan pada penguatan kompetensi digital. Para peserta dibekali kemampuan pedagogik modern, pemanfaatan teknologi pendidikan, pengenalan dasar coding, hingga penerapan Artificial Intelligence (AI) sebagai media pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Sementara pada tahap ketiga, peserta mendapatkan penguatan pedagogik pendidikan kesetaraan yang mencakup pengembangan kurikulum Paket A, Paket B, dan Paket C, penerapan growth mindset, serta penyusunan materi pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Keikutsertaan Dr. Hanik diharapkan membawa dampak nyata bagi peningkatan mutu pembelajaran di PKBM Nurul Huda.

Berbagai metode yang diperoleh selama pelatihan nantinya akan diterapkan dalam proses belajar mengajar sehingga tercipta kelas yang lebih fleksibel, inklusif, berkarakter, dan mampu mengakomodasi kebutuhan belajar masyarakat dengan lebih baik.

Kepala PKBM Nurul Huda Mumbulsari mengaku bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan salah satu tenaga pendidiknya menjadi peserta PENDEKAR Batch 1 merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus menjadi bukti kualitas pendidik pendidikan non-formal di Kabupaten Jember.

“Saya selaku Kepala PKBM Nurul Huda merasa sangat bangga dan terharu atas pencapaian luar biasa salah satu guru terbaik kami. Terpilihnya beliau sebagai perwakilan PNF Kabupaten Jember dalam Program PENDEKAR Batch 1 merupakan sebuah kehormatan besar sekaligus bukti nyata dedikasi dan kualitas pendidik di lembaga kami,” ujarnya di ruang kerjanya, Rabu (15/7/2026).

Ia menambahkan bahwa nama PENDEKAR bukan sekadar identitas sebuah pelatihan, melainkan simbol semangat juang, kompetensi, integritas, dan ketangguhan para pendidik dalam membangun kualitas pendidikan non-formal yang semakin maju.

“Kami memberikan dukungan penuh kepada beliau. Semoga ilmu, pengalaman, dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti program ini mampu membawa transformasi positif, tidak hanya bagi PKBM Nurul Huda, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh pegiat pendidikan non-formal di Kabupaten Jember bahkan Jawa Timur,” tambahnya.

Momentum ini menjadi bukti bahwa pendidikan non-formal terus berkembang dan memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul.

Melalui program PENDEKAR Batch 1, para pendidik PKBM didorong untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, inovatif dalam metode pembelajaran, serta tetap menjunjung tinggi pendidikan karakter.

Keberhasilan Dr. Hanik Siswanti menjadi satu-satunya perwakilan PKBM dari Kabupaten Jember di ajang bergengsi tersebut diharapkan mampu menjadi motivasi bagi seluruh tenaga pendidik pendidikan kesetaraan agar terus meningkatkan kompetensi, memperkuat profesionalisme, serta menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat.

Lebih dari sekadar sebuah prestasi individu, capaian ini menjadi simbol bahwa pendidikan non-formal di Kabupaten Jember memiliki potensi besar untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam mewujudkan generasi Indonesia yang cerdas, kreatif, berkarakter, serta mampu menjawab tantangan zaman melalui pendidikan yang inklusif dan bermutu. (dik)