PASURUAN, memo-pagi.com – Unit Kegiatan Pecinta Lingkungan Hidup (UKPLH) Jalawira Universitas Hang Tuah (UHT) menggelar Pradiklat Angkatan XXXIV di kawasan wisata alam Kakek Bodo, Prigen, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Oktober hingga 1 November 2026 ini, menjadi tahap awal pembentukan calon anggota baru.
Sebanyak delapan calon anggota mengikuti kegiatan tersebut dengan didampingi tiga orang panitia dari UKPLH Jalawira Universitas Hang Tuah.
Pradiklat ini bertujuan memperkenalkan organisasi sekaligus memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan dasar kepecintaalaman. Tidak hanya teori, para peserta juga mendapatkan pengalaman praktik langsung di lingkungan alam terbuka.
Beragam materi diberikan selama kegiatan berlangsung. Di antaranya Single Rope Technique (SRT), yakni teknik dasar penggunaan tali untuk aktivitas di medan vertikal, termasuk pengenalan peralatan dan prinsip keselamatan.
Peserta juga mendapatkan materi Bird Watching atau pengamatan burung untuk mengenali keanekaragaman hayati, serta praktik herbarium melalui pengumpulan, pengeringan, dan pengawetan spesimen tumbuhan.
Selain itu, terdapat pembekalan Search and Rescue (SAR) dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) sebagai pengetahuan dasar dalam menghadapi situasi darurat di alam terbuka.
Kemampuan navigasi darat juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Peserta mempelajari Ilmu Medan Membaca Peta (IMMP), membaca medan dan peta, serta teknik intersection dan resection untuk menentukan posisi dalam perjalanan di alam bebas.
Wakil Rektor III Universitas Hang Tuah, Laksamana Pertama TNI (Purn) Dr. Toto Dwijaya Saputra, S.T., M.Si(Han)., M.Tr.Opsla., menyampaikan bahwa kegiatan kepecintaalaman seperti Pradiklat UKPLH Jalawira memiliki nilai penting dalam membentuk karakter mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenal alam dan menguasai keterampilan dasar kepecintaalaman, tetapi juga dilatih membangun kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama dalam tim. Nilai-nilai tersebut sangat penting sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam lingkungan akademik,” ujarnya.
Ia berharap UKPLH Jalawira terus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.
“Jadikan alam bukan sekadar tempat untuk beraktivitas, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran untuk membangun kepedulian, tanggung jawab, dan semangat menjaga lingkungan,” tambahnya.
Melalui kegiatan Pradiklat Angkatan XXXIV ini, UKPLH Jalawira UHT diharapkan mampu membentuk calon anggota yang tidak hanya memiliki keterampilan dasar kepecintaalaman, tetapi juga berkarakter, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta memiliki komitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Selanjutnya, para calon anggota akan mempersiapkan diri mengikuti tahapan pendidikan dan latihan berikutnya, khususnya Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) UKPLH Jalawira. (Wie)