MEMO PAGI

Gabungan Ormas Hindu Ajak Masyarakat Hormati Hasil Pemilu 2024

JAKARTA, memo-pagi.com – Penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih berproses, pasca pemungutan suara Pemilu 2024 yang dilaksanakan 14 Pebruari 2024 kemarin.

Menyikapi hasil sementara penghitungan suara melalui penghitungan cepat atau quick count, Gabungan Ormas agama Hindu di Indonesia mengimbau agar semua pihak menghormati proses pemilu ini.

Himbauan itu termaktub dalam pernyataan bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Pindandita Sangraha Nusantara (PSN), DPP Prajaniti Hindu Indonesia, PP Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI).

Selain itu turut pernyataan bersama juga diikuti oleh DPN Perhimpunan Hindu (Peradah) Indonesia, Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia (ICHI), Perkumpulan Dosen Hindu Indonesia (DHI), Perkumpulan Acarya Hindu Indonesia (Pandu Nusa), dan Perkumpulan Pendidik Pasraman Indonesia (P3I).

Dalam siaran pernyataan bersama pada Kamis (15/2/2024), mereka mengapresiasi seluruh rakyat Indonesia sebagai pemegang kedaulatan tertinggi yang telah menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2024 kali ini.

Gabungan Ormas – ormas umat Hindu juga mengingatkan dan mendorong penyelenggara dan pengawas Pemilu 2024 untuk tetap menjalankan tugas dan kewajibannya secara profesional sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Mengingatkan dan mendorong pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengawal Pemilu Tahun 2024 agar berjalan sesuai tahapan dan memberikan jaminan rasa aman kepada penyelenggara, pengawas, dan masyarakat sampai selesainya semua proses Pemilu Tahun 2024,” tulis mereka.

Semua pihak dihimbau untuk tetap menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Mereka juga mengimbau agar semua pihak menghormati proses demokrasi yang sedang berlangsung dan mempercayakan hasilnya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kita percayakan kepada KPU sebagai penyelenggara pemilu,” ujar mereka dalam seruannya.

Ormas – ormas Hindu ini juga meminta, bila terjadi sengketa, peserta Pemilu Tahun 2024 hendaknya mempercayakan dan mengikuti semua proses melalui mekanisme yang ada sesuai peraturan perundang-undangan.

“KPU masih berproses menghitung hasil Pilpres dan Pileg 2024. Hasil resmi akan diketahui lewat rekapitulasi yang dilakukan KPU dari 15 Februari hingga 20 Maret 2024 untuk itu mari kita sikapi dengan damai dan bijak demi terjaganya NKRI,” tutupnya. (dik)

Recent Posts

  • MEMO PAGI

Kecewa Pelayanan Buruk RSUD Kayuagung, Qiqi Anggota Sat Pol PP OKI Viralkan di Medos

KAYU AGUNG, memo-pagi.com - Qiqi salah satu anak seorang pasien penyakit mata merasa kecewa dengan… Read More

3 jam ago
  • MEMO PAGI

Tk Koper Satgas Yonif 509 Kostrad membagikan Al-Kitab kepada salah satu Tokoh Pemuda di Intan Jaya.

INTAN JAYA, memo-pagi.cim - Dalam rangka memupuk Solidaritas umat beragama, TK Koper Satgas Yonif 509… Read More

4 jam ago
  • MEMO PAGI

Pemkab Luncurkan Implementasi dan Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan

BANGKALAN, memo -pagi.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangkalan, Moh Taufan Zairinsjah, mewakili Penjabat (Pj)… Read More

7 jam ago
  • MEMO PAGI

Pembukaan Jatim Coffee & Trade Fest Di KCM Jember Oleh MAKI Jatim

JEMBER, memo-pagi.com - Luar biasa LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menggelar Jatim Coffee and… Read More

20 jam ago
  • MEMO PAGI

Terkait Pemekaran Desa Jenggawah Masyarakat Datangi DPMD Kabupaten Jember

JEMBER, memo-pagi.com - Setelah musyawarah bersama dan Sesuai arahan Kepala Desa Jenggawah, akhirnya Perwakilan Masyarakat… Read More

22 jam ago
  • MEMO PAGI

Kasus Korupsi Pengadaan Tanah BPWS Di Desa Sukolilo Barat Diduga Adanya Kejanggalan Dalam Kasus Penegakan Hukum

BANGKALAN, memo-pagi.com - Kamis.23 Mei 2024, Dalam permasalahan dugaan kasus korupsi pengadaan tanah BPWS di… Read More

1 hari ago