MEMO PAGI

Respon Cepat Pemkab Bangkalan pada Kasus Kelahiran Bayi di Puskesmas Kedundung

BANGKALAN, memo-pagi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan segera memberikan respon serius kejadian yang menimpa pada proses kelahiran seorang ibu di Puskesmas Kedundung.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Pemkab Bangkalan menggelar konferensi pers, Selasa (12/3/2024) di kantor Diskominfo Bangkalan. Tiga dokter spesialis dihadirkan dalam acara tersebut.

Ketiga dokter itu terdiri dari spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) atau kandungan RSIA Glamour Husada Kebun, Bangkalan, dr Surya Haksara, spesialis anak, dr Moh Shofi, SpA, serta spesialisis forensik, dr Edy Suharta, Sp F.

Hadir pula dalam kesempatan itu Kepala Dinkes Kabupaten Bangkalan, Nur Chotibah serta Kepala Dinas Kominfo Bangkalan Agus Sugianto Zain.

Kepala Diskominfo Agus Sugianto Zain, Dinas Kesahatan Kabupaten Bangkalan bersama pihak terkait sudah melakukan penelusuran kronologi secara lengkap, obyektif, dan komprehensif sejak pra persalinan hingga proses selama persalinan.

Agus menceritakan hasil dari penelusuran kronologi mulai dari awal hingga akhir. Kata dia tanggal 17 Januari pasien memeriksakan diri ke posyandu Dusun Bealang. Dari hasil pemeriksaan bidan mendeteksi kelainan pertumbuhan bayi kecil dalam kandungan dan ibu menderita darah tinggi sehingga bidan menganjurkan ibu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke poli KIA di Puskesmas Kedundung.

“Tanggal 18 Januari 2024 pasien dateng ke Poli KIA dengan diagnosa oligohidramnion, letak sungsang, dan hipertensi oleh DOKTER IUGR,” jelas Agus.

Setelah itu Dokter IUGR memberi rujukan ke Dokter Spesialis Kandungan untuk penanganan lebih lanjut, namun pasien menolak dirujuk.

“Nah disitu sebenarnya bidan desa setempat tetap mengharap agar pasien memeriksakan kehamilannya tapi tidak mau memeriksakan kembali,” imbuhnya.

Tanggal 20 Februari 2024 Bidan Desa melakukan pemeriksaan di Posyandu Desa Bealang namun pasien tidak datang. Kemudian Bidan desa menitip pesan kepada tetangga pasien untuk datang ke kelas ibu hamil.

Selanjutnya, tanggal 21 Februari 2024 pasien datang menghadiri kelas ibu hamil di balai Desa Pangpajung. Setelah dilakukan pemeriksaan pasien mengalami darah tinggi tensinya 150/100 mmHg. Petugas yang hadir dalam kelas ibu hamil tersebut memberitahu bidan bahwasanya pasien mengalami darah tinggi dan Bidan Desa menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke Polindes yang ada di Desa Pangpajung sore harinya. Namun pasien tidak datang kembali untuk memeriksakan kandungannya.

“Baru pada tanggal 4 Maret 2024 pukul 03.00 WIB pasien datang ke Bidan Desa di Serambi Barat dan saat itu telah terdeteksi denyut jantung bayi sudah tidak terdengar. Bidan Desa kemudian memberikan rujukan ke Puskesmas,” tuturnya.

Pasien kemudian diterima oleh Puskesmas Kedungdung dan diperiksa serta dikonsultasikan pada rumah sakit rujukan. Saat itu Bidan menyampaikan hasil pemeriksaan bahwa bayi sudah meninggal dan melakukan persiapan rujukan.

“Namun pada saat itu, perut Pasien semakin mules sehingga dilakukan pemeriksaan bahwa sudah pembukaan lengkap,” ujarnya.

Pasien kemudian diberikan tindakan dengan tatalaksana persalinan letak sungsang. Pada saat itu, diketahui bahwa badan leher terlilit tali pusat (tali pusat atau tali pusar) serat dua kali sehingga bidan melonggarkan tali pusar dan memotong tali pusar untuk memudahkan pertolongan persalinan.

Persalinan kepala dibantu dengan menekan perut agar mempermudah pengeluaran lahirnya kepala. Karena kondisi bayi sudah rapuh sehingga kepala bayi terlepas dari badan.

“Saat itu, tim segera memastikan kondisi umum ibu baik untuk kemudian segera melakukan rujukan ke rumah sakit,” pungkasnya.

Atas kejadian tersebut Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Kesehatan melakukan berbagai upaya tindak lanjut termasuk evaluasi untuk memastikan penanganan yang lebih sistemik tentang prosedur rujukan dan lain sebagainya.
(Wie)

Recent Posts

  • MEMO PAGI

Kasus Korupsi Pengadaan Tanah BPWS Di Desa Sukolilo Barat Diduga Adanya Kejanggalan Dalam Kasus Penegakan Hukum

BANGKALAN, memo-pagi.com - Kamis.23 Mei 2024, Dalam permasalahan dugaan kasus korupsi pengadaan tanah BPWS di… Read More

2 jam ago
  • MEMO PAGI

Dr. Hj. Faida, MMR & H. Karimullah Dahrujiadi, S.P Semakin Kuat Untuk Menjadi Pasangan Pikada Jember 2024

JEMBER, memo-pagi.com - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jember H. Karimullah Dahrujiadi, S.P… Read More

4 jam ago
  • MEMO PAGI

Pesan Singkat Suryadi Kepada Siswa Kelas XII SMA Negeri Pakusari

JEMBER, memo-pagi.com - Pada hari Rabu 23 Mei 2024, SMA Negeri Pakusari mengadakan acara pelepasan… Read More

5 jam ago
  • MEMO PAGI

Pj Bupati Bangkalan Hadiri Pelepasan Road Bus KPK

BANGKALAN, memo-pagi.com - Penjabat (Pj) Bupati Bangkalan Dr Arief M Edie menghadiri seremoni pelepasan Road… Read More

5 jam ago
  • MEMO PAGI

SMA Negeri 1 Arosbaya Gelar Purna Siswa Angkatan 31 Tahun Pelajaran 2023-2024 di Gedung Rato Ebuh Bangkalan

BANGKALAN, memo-pagi.com – Momen penting SMA Negeri 1 Arosbaya kini baru selesai digelar berupa penyelenggaraan… Read More

5 jam ago
  • MEMO PAGI

33 Titik Ruas Jalan Kabupaten Akan Diperbaiki Tahun Ini, Sebagian Menggunakan E-Katalog

BANGKALAN, memo-pagi.com - Selasa 21 Mei 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berencana akan memperbaiki 33… Read More

5 jam ago